Berita

ES, ASN Yahukimo Terdakwa Kasus Amunisi di Sidang di Wamena

Wamena. Pengadilan Negeri Wamena memulai sidang terkait dengan kasus amunisi dengan terdakwa Enet Silak (ES), pada tanggal 8 November 2021.

ES ditangkap di Dekai, ibukota Yahukimo pada tanggal 21 September 2021. Peristiwa tersebut diawali dengan Razia rutin yang dilakukan oleh kepolisian Yahukimo di jalan Kompleks Siep Asso Dekai.

Saat itu ES menggunakan mobil truk box milik Dinas Sosial Kabupaten Yahukimo, aparat kepolisian menggiring mobil tersebut Bersama sopir dan penumpangnya untuk dilakukan pemeriksaan di Polres Yahukimo. Pada saat aparat memeriksa telepon genggam milik ES di dalamnya ditemukan gambar amunisi dan magasin.

ES akui barang itu miliknya dan disimpan di rumahnya. ES juga menjelaskan bahwa amunisi dan magasin tersebut ditemukan di kamp tempat dia mencari kayu bakar pada September 2019. Saat itu, ditemukan kamp dalam keadaan rusak, ketika ES mengangkat terpal ada tas kcil warna hitam tertutup oleh terpal yang di dalamnya ditemukan amunisi.

Amunisi bertuliskan PIN 5,56 sebanyak 26 butir tersimpan di dalam magasin dan 8 butir bertuliskan TK PIN 38 berada di luar magasin.

Amunisi dan magasin dibawa pulang dan disimpan di dalam speaker rusak. ES tidak memberitahu atau menghubungi orang lain mengenai temuannya tersebut. Sebenarnya ES ada rencana untuk memberikan amunisi tersebut ke aparat kepolisian namun karena banyak orang yang ditangkap karena masalah amunisi, ES mengurungkan niatnya. Amunisi dibiarkan di dalam speaker rusak.

ES ditangkap oleh aparat Polres Yahukimo dan Satgas Nemangkawi, kemudian dikenakan Pasal 1 Ayat (1) Undang Undang Darurat No 12 Tahun 1951. ES ditahan di Polres Yahukimo sejak tanggal 21 september 2021 kemudian dipindahkan ke Rutan Polres Jayawijaya dan pada 10 November 2021, ES dipindahkan ke Rutan Wamena.

Di dalam penyidikan dan pemeriksaan di persidangan JPU Andreas Pahlevi, SH menghadirkan 2 orang saksi yang berasal dari aparat kepolisian Polres Yahukimo. Kedua saksi ini yang melakukan Razia dan ikut ke rumah ES.

Terungkap bahwa penemuan amunisi dan magasin merupakan pengembangan dari Razia pada siang harinya.

“dipersidangan dari pemeriksaan saksi, kasus ini bukan pengembangan dari kasus amunisi terkait KKB, ini murni dari razia. Tidak ada pengembangan atau bukti bahwa ES melakukan transaksi amunisi untuk kepentingan KKB, tidak ada, termasuk bahwa amunisi ditemukan di gudang amunisi seperti pemberitaan di media sebelumnya,tidak ada,” jelas Helmi SH Tim PH dari Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP).

Setelah sidang pemeriksaan terdakwa yang dilakukan pada tanggal 21 November 2021, sidang akan dilanjutkan pada tanggal 29 November 2021 dengan agenda mendengar tuntutan dari JPU. (Tim/AlDP)