Yosep Siep Sakit, Usai Sidang di Bawa Ke RS Wamena

Yosep Siep Sakit, Usai Sidang di Bawa Ke RS Wamena

Wamena-Saat sidang akan berakhir, Anum Siregar,SH, MH salah satu anggota Tim Penasehat Hukum kasus Pisugi yang melibatkan Yosep Siep dkk, langsung mengajukan permohonan kepada majelis hakim.

“Pihak keluarga sebelumnya telah memohon kepada kalapas dan kalapas telah membuat surat untuk mengajukan permohonan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap terdakwa, maka dikesempatan ini, kami mengajukan permohonan yang sama,”Ujar Anum Siregar kepada ketua majelis Hakim Rodesman SH di pengadilan Negeri Wamena,(26/11/2014).

Awalnya ketua majelis hakim berniat untuk menunda mengabulkan permohonan tersebut namun setelah berembug dengan kedua anggota majelis hakim, permintaan dikabulkan.

“Saya perintah kepada Jaksa Penuntut Umum untuk langsung membawa terdakwa ke rumah sakit umum Wamena untuk menjalani pemeriksaan,” Ujar ketua majelis Hakim,Rodesman SH.

Usai sidang, JPU yang merupakan tim gabungan dari Kejaksaan Negeri Wamena bersama PH dan keluarga langsung menuju RS Umum Wamena.

Tampak aparat keamanan berseragam lengkap dengan senjata dari Polres Jayawijaya sebanyak 4(empat) orang turut mendampingi serta aparat keamanan lainnya yang menggunakan pakaian preman.

Di RS Umum Wamena, terdakwa menjalani pemeriksaan darah hingga pukul 19.00 WIT. Terdakwa menderita penyakit types, namun ada dugaan lain bahwa Terdakwa juga stress akibat penahanan yang dialami.

Dalam surat keterangannya, dokter tidak merekomendasikan terdakwa untuk diinapkan di rumah sakit.

“Kami bisa merawat pasien asalkan kami hanya merawat dan tidak diberikan tanggungjawab untukm menjaga karena kami disini harus melayani pasien yang lain,” Ujar dokter Danny di UGD RS Umum Wamena.

Meski begitu, dokter menyarankan terdakwa harus istirahat dengan situasi yang lebih nyaman dan tentu saja pola makanannya harus dijaga dengan baik.

Yosep Siep, Jhony Marian, Ibrahim Marian, Marthen Marian dan Jali Walilo adalah Terdakwa yang diduga berencana menggagalkan pemilu dan membuat bom Molotov di Wamena.

Mereka didampingi oleh koalisi LSM yakni AlDP dan LBH Papua serta YTHP Wamena sebagai tim advokasi non litigasi (Tim/AlDP).