Yosep Siep dkk, Terdakwa Kasus Pisugi Wamena Menjalani Sidang Perdana

IMG20141126142727Wamena-Yosep Siep, Jhony Marian, Ibrahim Marian, Marthen Marian dan Jali Walilo adalah Terdakwa yang diduga berencana menggagalkan pemilu dan membuat bom Molotov di Wamena, menjalani sidang perdana di Wamena.(26/11/2014).

Mereka ditangkap tanggal 12 Juli 2014, bersama sekitar 13 orang lainnya, disiksa dan kemudian mereka berlima ditetapkan sebagai Tersangka, ditahan di Polres Wamena.

Dakwaan yang dikenakan merupakan dakwaan alternatif, dengan dakwaan Kesatu yakni Pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP, atau Kedua Pasal 187 bis Ayat (1) KUHP Atau Ketiga Pasal 187 Ter KUHP Atau Keempat Pasal 164 KUHP.

Menyimak isi dakwaan JPU, para Terdakwa ditangkap karena diduga membuat bom rakitan dengan menggunakan botol kratingdaeng masing-masing sebanyak 3(tiga) buah.

Termasuk dakwaan terhadap Yosep Siep, hanya saja uraian dakwaan terhadapnya agak berbeda karena peristiwa itu disebutkan oleh JPU, dilakukan dirumah Yosep Siep.

Masih dari dakwaaan JPU, dikatakan di dapur Yosep Siep ditemukan 30(tiga puluh) botol kratingdaeng yang sudah terpasang sumbu dan berisi bensin.

Para Terdakwa juga dikatakan oleh JPU, melakukan pembakaran terhadap 1 unit mobil Suzuki carry dan pembakaran rumah dengan menggunakan bom botol di kota Wamena.

Kelima orang yang bekerja sebagai tani di satu kampung kecil yang bernama kampung Wara distrik Pisugi, jauh dari kota Wamena itu, dituduh terlibat kegiatan KNPB. JPU mengaitkan kedatangan pimpinan KNPB Wamena ke rumah Yosep Siep untuk mengajari para Terdakwa membuat bom dan rapat yang dihadiri oleh Yosep Siep, dalam Surat Dakwaan JPU, ketua KNPB dinyatakan masih buronan.

Para terdakwa memasuki pengadilan dengan posisi tangan diborgol dan dikawal oleh aparat bersenjata dari Polres Jayawijaya. Para terdakwa didampingi penasehat hukum yang tergabung dalam koalisi LSM antara AlDP dan LBH Papua serta YTHP Wamena sebagai tim advokasi non litigasi.

Pada sidang yang berakhir pukul 17.00 Wit itu, Tim penasehat hukum meminta agar untuk kliennya disiapkan penterjemah. Sidang ditunda ke tanggal 3 Desember 2014 dengan agenda pemeriksaan saksi.(Tim/AlDP).