Berita

Yance Korwa Pak Guru Yang Selalu Semangat

Numfor-Yance Korwa adalah sosok yang tidak asing di pulau Numfor apalagi di sekitar Distrik Numfor Timur. Yance sangat ramah pada setiap orang,setiap kali dia jalan atau sedang mengendarai sepeda motor,selalu menyapa setiap orang.
Yance dulunya mahasiswa STT GKI IS Kijne angkatan tahun 1993 tapi sebelum  selesai dia sudah kembali ke Biak. Ketika masih menjadi mahasiswa di Jayapura Yance terlibat aktif di kelompok pemuda untuk sejumlah aksi demostrasi.Yance yang dikenal sebagai pribadi yang suka menolong, sempat bergabung di AlDP, sebagai relawan pada tahun awal berdirinya ALDP tahun 2001.
Tahun 2004 Yance tinggalkan Jayapura,tahun 2006 ia sempat kembali ke Jayapura namun cuma sebentar dan sejak itu dia tidak pernah lagi ke Jayapura termasuk ke luar pulau Numfor.”Waktu sidang Sinode November 2011,saya mau ke Jayapura tapi tidak jadi karena masih sangat sibuk,”tegasnya.
Yance berkali-kali sudah dihubungi oleh kampusnya untuk menyelesaikan kuliahnya namun dia belum memiliki waktu yang cukup. Sebagai guru dia mengajar hampir semua mata pelajaran karena SD Negeri Andei kekurangan guru ,meskipun dia masih guru bantu,”Saya lihat lagi buku panduan untuk guru kemudian saya ajar,” Ujarnya.
Di Numfor kini Yance merupakan salah satu andalan masyarakat,kesibukannya pun sangat banyak di gereja Ebenhazer dia ketua Majelis gereja,dia juga guru honor di SD Negeri Andei,selain itu dia sibuk di kampung Rarsibo.
Yance memiliki ’jemaat-jemaat kecil yang juga harus diurus’ yakni 8 orang anaknya.Istrinya telah meninggal pada Maret 2011,saat melahirkan anaknya yang kini berusia 10 bulan,membuatnya harus memperhatikan 8 anaknya dengan serius. “Maitua (isteri) punya orang tua mau ambil saya punya anak tapi saya bilang biar saya yang urus semuanya,makan tidak makan mereka harus sama saya,”demikian tekadnya.
Di rumahnya Yance benar-benar mengurus anaknya sendiri,untung saja rumahnya masih di halaman sekolah SD Negeri Andei sehingga dia bisa mengajar sambil mengawasi dan apabila sore hari,anak-anaknya bermain dengan leluasa dengan anak tetangga di halaman mereka yang luas.’Untung minggu lalu saya punya orang tua ada datang dari Biak,jadi sekarang saya agak lega sedikit,”katanya sambil menemani Tim AlDP keliling Numfor.
Rumah Yance terbilang yang paling sederhana di kampung Rarsibo, pak guru ini masih mengerjakan dan memeriksa pekerjaan muridnya dengan lampu pelita (Lampu diisi minyak tanah). Syukurnya tahun 2011 dia mendapat bantuan rumah PNPM Mandiri/RESPEK,kini masih dalam taraf pengerjaan dan Yance berencana akan pindah ke rumah tersebut.Yance tetap semangat dan selalu menjadi tokoh diantara masyarakatnya.Dia tidak pernah mengeluh meskipun honornya sebagai guru tak dibayarkan setiap bulan,jika ada waktu luang dia memilih pergi ke laut mencari ikan,’Untuk makan,kalau lebih baru saya jual,”Ujarnya tetap ceria.(Tim/AlDP)