Warga Matara Sulit Mendapat Air Bersih

Warga Matara Sulit Mendapat Air Bersih

Ilustrasi-kampung-di-Merauke

Merauke – Warga Kampung Matara, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, sulit memperoleh air bersih. Kampung yang terletak di dekat pantai itu bermata air asin atau berasa karena bercampur dengan air laut. “Biasa juga pakai air hujan. Airnya slobar, biasa kita harus saring lagi supaya bisa dipakai masak,” kata Gregorius Gebze, warga Matara, pekan lalu.

Ia mengatakan, tiap rumah memiliki sumur sendiri. Ada juga penampungan hujan. “Tapi harus disaring,” ujarnya. Di masa kekeringan saat sekarang, Kampung Matara masih dapat memperoleh air, walau tidak sebersih di Kota. Kampung tersebut berjarak sekitar satu jam dari kota Merauke.

Kampung Matara bertetangga dengan Waninggap Nanggo, Notif, Urumb dan Serapu. Jalan utama melewati beberapa kampung ini berujung di pelabuhan penyeberangan tradisional Kumbe.

Gregorius tinggal di ujung kampung. Saban hari, ia menyempatkan diri mencari ikan atau beristirahat full jika tidak bekerja. “Cari ikan di kali di belakang, ada Bulanak dan Mujair, ini sedikit lagi sudah ada pemborong dari kota datang membeli,” katanya.

Harga seekor ikan bervariasi tergantung besar dan jenis. “Biasanya belasan ribu, nanti dorang akan bawa dan jual lagi di kota,” katanya lagi. Warga Matara menggantung hidupnya sebagian besar dari berburu atau mencari ikan. Beberapa membuka kebun sayur yang berjarak cukup jauh dari rumah.

Kampung ini dihuni penduduk asli Malind Anim. Sudah ada penerangan dan bantuan rumah dari pemerintah. Jumlah penduduk Matara hingga puluhan KK. “Listrik aman, semua tidak ada masalah, kecuali air bersih,” kata Greg. (Tim/ALDP)