Warga Kecewa Jalan Rusak Neto Makin Parah

Warga Kecewa Jalan Rusak Neto Makin Parah

Merauke – Warga kecewa jalan rusak menuju jembatan Neto makin parah. Jembatan Neto di Merauke dulunya menjadi jalur utama ke wilayah transmigrasi dan kampung pedalaman.

“Tambah parah saja, sepertinya kerusakan jalan ini sudah dari beberapa tahun lalu, tapi sampai dengan sekarang belum pernah diperbaiki,” kata Rustam, pengemudi kendaraan dua, belum lama ini.

Ia mengkhawatirkan akibat kerusakan badan jalan, warga tak akan lagi menggunakan jalan Neto sebagai akses menuju Kota Kurik. “Lebih baik ikut Kumbe saja, tapi sebenarnya sama juga, karena harus lewat Serapu yang jalannya sama parah,” ujarnya.

Nani, wanita paruh baya yang hendak ke Kota Kurik, kecewa perbaikan jalan Neto hanya sebagian. “Seharusnya diperbaiki satu kali, bukan sebagian-sebagian, ini jalan tiap hari dilewati pejabat, tapi tidak ada satupun yang peduli,” ucapnya.

Wilayah Neto di Kali Kumbe, masuk dalam kawasan Distrik Semangga. Jembatan Neto dengan panjang 103 meter, runtuh pada pertengahan tahun 2008. Jembatan yang dibangun pada 1991 itu ambruk setelah dilalui kendaraan pengangkut alat berat yang membawa Exavator.

Akibat kerusakan jembatan, arus lalu lintas kemudian dipindahkan menggunakan penyeberangan kapal motor. “Sebelum tahun 2008, jalan Neto rusak sampai sekarang, kalau ada perbaikan, itupun asal-asalan saja,” kata Nani.

Kerusakan jalan menuju Neto sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Lumpur tebal dan sangat lengket. Bila hujan, belasan kendaraan terjebak dan sulit dikeluarkan. “Kita berharap jalan ini bisa segera diperbaiki, sudah banyak media menulis, tapi pemerintah sepertinya sangat kebal,” pungkasnya. (02/ALDP)