Berita

Warga Kampung Arso Kota Berani ikut VCT

Keerom-Pernyataan yang menyebutkan bahwa banyak masyarakat yang takut dengan Voluntary Councelling and Testing(VCT),ternyata tidak terbukti di Arso Kota. Pada Sabtu 19 Mei 2012, warga ramai-ramai mengikuti kegiatan sosialisasi dan VCT yang menghadirkan dr. Agnella Cingwaro, dokter asal Bosnawa Afrika yang saat ini giat menolong orang  terinfeksi HIV dan AIDS bersama timnya di Klinik Wali Hole Sentani.Kegiatan dilaksanakaan di Balai posyandu kampung Arso Kota.

Sebelumnya pemuda kampung yang mempersiapkan secara penuh kegiatan ini, hanya menargetkan seratus orang yang akan datang. Mereka hanya mempersiapkan ruangan dan satu tenda kecil di depannya. Namun ternyata antusiasme warga cukup tinggi, hadir lebih dari seratus orang terdiri dari orang tua, pemuda dan anak-anak.

Setelah acara sosialisasi, semua yang hadir ramai-ramai memasang pita merah tanda peduli HIV dan AIDS dan ikut memeriksakan diri kecuali anak-anak. Sebanyak 72 orang yang terdiri dari orang tua dan pemuda ikut VCT. “Anak-anak tidak perlu ikut tes  dulu. Kalau nanti kita menemukan ada ibu yang terinfeksi baru tes anak-anaknya” jelas dr. Agnella menjawab pertanyaan seorang mama yang juga ingin memeriksakan anak-anaknya.

Rupanya cara sosialisasi dokter cukup berpengaruh terhadap keberanian mereka untuk memeriksakan diri. Dalam acara sosialisasi ini, dokter lebih banyak berdialog dengan masyarakat. Misalkan saat seorang Bapak mengaku takut menggunakan kondom, dokter pun langsung memberikan penjelasan bahkan mengambil kondom yang sudah disiapkan dan memberikan contoh cara menggunakannya, baik kondom untuk pria maupun kondom untuk wanita.

dr. Agnella sendiri mengaku senang dengan antusiasme warga yang cukup tinggi ini. Menurutnya antusiasme warga ini juga disebabkan karena mereka masuk melalui Gereja.  Dari pengalamannya berkunjung ke banyak wilayah di Papua, ternyata ada perbedaan saat mereka datang ke masyarakat melalui gereja dan pemerintah. “Saat masuk melalui gereja biasanya lebih banyak” ungkapnya. Sebelumnya kegiatan dilakukan di Kurima, ada 400 orang yang ikut VCT.(01/AlDP)