Warga Arso Palang Pabrik Kelapa Sawit
(Plt) Bupati Paniai, Drs .FA Gatutkotjo

Warga Arso Palang Pabrik Kelapa Sawit

Keerom – Pabrik sawit di Arso 7, Kabupaten Keerom, Papua, dipalang warga, Kamis (24/5). Aksi blokade ini setelah permintaan ganti rugi atas lahan mereka selama 30 tahun tak dipenuhi pemerintah.

“Benar, kami sudah palang pabriknya, aktivitas semua petani sawit kita hentikan,” kata Servo Tuamis, Ketua Dewan Adat Kabupaten Keerom, Kamis.

Ia mengatakan, selama 30 tahun pemilik tanah menderita. Kayu palang akan dibuka setelah gubernur provinsi Papua tiba di lokasi. “Kalau gubernur tidak datang dan mendengar apa yang kami minta, palang tidak akan dibuka,” ujarnya.

Warga menuntut pengembalian hak yang selama ini hilang. “Karena ini pelanggaran hak asasi. Untuk itu, Komnas HAM sudah fasilitasi kami, surat sudah dikirim ke pemerintah, dan dalam dua bulan, masalah perkebunan sawit di Arso harus diselesaikan,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom, luas Kebun Sawit di wilayah itu mencapai 11.921 hektar, dengan luas panen 10.195 ha. Pada tahun 2006, PTPN II Arso memanen hingga 8.339 Ha. Luas areal panen tersebut berasal dari kebun plasma (3.600 ha), kebun inti (1.871 ha), KKPA (1.800 ha) dan Bumi Irian Perkasa (1.068 ha).

Pabrik kelapa sawit PTPN II Arso beroperasi sejak April 1992 dengan kapasitas 15 ton TBS/jam. Sejak 21 Agustus 1994 terjadi peningkatan kapasitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dari 15 ton TBS/jam menjadi 30 ton TBS/jam.

Pada tahun 1990, terdapat kurang lebih 1.207 kepala keluarga, petani PIR-Trans di Arso. Petani tersebut mengelola sekitar 3.600 ha luas lahan. Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) II sendiri merupakan bagian dari PTPN Tanjung Morawa Medan yang membuka areal kerjanya di Papua pada tahun 1982. “Tepatnya 19 Oktober 1982, sejak itu sampai sekarang, kami tidak pernah dapat apa-apa, kami menuntut itu,” kata Tuamis. (02/ALDP)