Warga Arso Kota Menuntut Pembatalan Ijin Usaha Untuk Perkebunan Kelapa Sawit

Warga Arso Kota Menuntut Pembatalan Ijin Usaha Untuk Perkebunan Kelapa Sawit

Arso- “Masyarakat Arso kota keberatan dengan ijin usaha perkebunan kelapa sawit yang diberikan bupati kepada PT Victory,” Ujar Pastor Rony,pastor dekenat kabupaten Keerom saat memimpin pertemuan di dekenat Keerom.(06/05/2014).

Menurutnya hal pertama yang ditolak oleh masyarakat Arso Kota adalah Surat Perjanjian Pernyataan Pelepasan Hak tanah ulayat seluas sekitar 6.000 hektar yang merupakan wilayah Segitiga Emas antara masyrakat adat Workwana, Wambes dan Arso Kota.

“Karena pada surat tersebut tidak melibatkan masyarakat Arso kota yang justru memiliki bagian terluas dari tanah tersebut. Tapi yang paling mendasar, masyarakat Arso Kota tidak mau melepaskan tanah itu karena di situ ada sumber kehidupan mereka, itu juga merupakan hutan lindung dan sarat dengan tempat-tempat keramat mereka,” jelasnya.

Lanjutnya, “Meskipun investasi melanda di Keerom ini, tapi masyarakat Arso tidak mendapatkan dampak positifnya, mereka tetap pergi ke hutan itu, mencari kayu api, mencari ikan di sungai untuk memenuhi kebutuhan mereka, mereka masih sangat tergantung dengan tempat itu”.

Rapat yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Arso Kota mulai dari tokoh adat,perempuan dan pemudanya meminta dukungan yang serius dari berbagai pihak untuk membantu mereka.

Menurut para tokoh adat yang hadir, sebagian besar wilayah Segitiga Emas itu milik masyarakat adat di wilayah Arso Kota.

“Tanah itu merupakan hasil rampasan perang jaman dulu, dikuasai oleh kami. Ada 9 marga, dibagian atas ada marga Tuamis, Taigat, Borotian, Nouyagir, Kiayambe sedangkan di bagian bawah ada marga Girbes, Giryay, Kyawot dan Tafor,” jelas Frans Tafor salah satu ketua keret.

Ke 9 marga tersebut menyerahkan penanganan kasus mereka kepada YTHP dan AlDP yang didukung oleh tim kerja dari masing-masing marga. Mereka kemudian menyusun agenda dan pembagian tugas masing-masing.(Tim/AlDP).