Berita

Undang-Undang Perlindungan Anak Dilema Bagi Sekolah

Keerom-Kehadiran banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menyuarakan Undang-undang  Nomor. 23 Tahun 2002  tentang Perlindungan Anak ternyata membawa dilema tersendiri bagi para guru di sekolah. Hal itu terungkap dari diskusi bersama kepala sekolah SMP Negeri I Arso Kota Alberthina S.Pd, M.Md yang ditemui di Kantornya pada Rabu, 09 Mei 2012.

“Sejak banyaknya lembaga yang datang dan bicara undang-undang perlindungan anak, guru-guru menjadi kehilangan wibawa”  Ungkapnya. Katanya, karena  anak-anak sudah tahu bahwa mereka dilindungi, guru-guru menjadi takut untuk mengambil tindakan yang tegas ketika anak-anak melakukan kesalahan.

Hal lainnya adalah tentang penegakan aturan sekolah. Dimisalkanya kasus yang terjadi di sekolahnya. Seorang anak sudah lama tidak masuk sekolah, lalu pihak sekolah mengambil inisiatif untuk memanggil orang tua siswa bersangkutan. Karena tidak ada respon dari orang tua, sekolah pun memberhentikan anak.

Lanjutnya,” Mendengar anaknya diberhentikan baru orang tua datang mengamuk di sekolah. Di satu sisi, anak memang perlu mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan, tetapi di sisi lain sekolah juga punya aturan, dan aturan itu mesti ditegakkan demi perkembangaan anak juga”.

Menurutnya undang-undang perlindungan anak memang penting mengingat diskriminasi yang sudah lama dialami oleh perempuan dan anak, tetapi dalam penerapannya undang-undang itu justru melemahkan posisi guru dalam mendidik, mengingat sekolah bertanggung jawaba bukan hanya pada perkembangan intelektual anak tetapi juga pada pembinaan mental. “Dulunya sekolah ini sangat disiplin, tetapi sekarang apa, guru-guru sudah harus hati-hati dengan adanya undang-undang itu”.

SMA Negeri I Arso merupakan salah satu sekolah sedang menjalankan program sekolah bebas kekerasan bersama dengan dua sekolah lain yaitu SMA dan SMA YPPK Taruna Tegasa. Program ini bertujuan agar para siswa dan siswi dapat memperlakukan teman sebayanya dengan rasa hormat dan bisa berkompetensi secara sehat; demikian juga untuk guru dan orang tua, dapat memberikan suasana aman dan nyaman dalam lingkungan sekolah dan rumah.(01/AlDP)