Uncen Fasilitasi Kelompok Cipayung Diskusi RUU Otsus Plus Tanpa Dokumen RUU Otsus Plus

Uncen Fasilitasi Kelompok Cipayung Diskusi RUU Otsus Plus Tanpa Dokumen RUU Otsus Plus

Jayapura-“Tujuan kami dari kelompok organisasi mahasiswa Cipayung (PMKRI, HMI , GMKI) adalah untuk memfasilitasi dan memediasi mahasiswa untuk melakukan kajian atau diskusi revisi UU Otsus No 21 tahun 2001,” demikian disampaikan oleh Nasrun , Ketua HMI cabang Jayapura kepada ALDP online (16/12/13).

Nasrun yang juga alumnus Fakultas Ekonomi Uncen itu mengatakan sebenarnya kegiatan tentang revisi UU No 21 tahun 2001 tentang otonomi khsusus yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember yang lalu di hotel Meta Star Waena pelaksananya adalah pihak Uncen.

“Kami dari pihak kelompok Cipayung hanyalah sebagai pihak yang memediasi saja. Kami bukan penyelenggara, penyelenggaranya adalah pihak Uncen. Kami menyesali pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan kami adalah penyelanggaranya, hal itu tidak benar, “katanya.

Lanjutnya lagi, “Ada pun dasar pertimbangan kami dari kelompok Cipayung agar kegiatan ini bisa berjalan, tujuan agar aspirasi mahasiwa bisa didengar oleh pihak kampus terkait dengan keberadaaan Draft UU Otsus Plus.Tidak dengan membatasi ruang gerak mahasiswa untuk bersuara karena kelompok mahasiswa adalah bagian dari pilar demokrasi”.

Ketika disinggung  mengenai mekanisme atau proses kegiatan, Nasrun mengakui adanya beberapa kekurangan atau kelemahan dari proses sosialisasi dan FGD revisi UU No 21 Tahun 2001 diantaranya pihak penyelenggara dalam hal ini Uncen tidak memberikan draft  UU Otsus plus dan tidak adanya fasilitator untuk mengatur secara baik dalam tahapan-tahapan diskusi kelompok.

“Kami sudah meminta draft tersebut kepada pihak Uncen. Namun mereka mengatakan belum bisa dikeluarkan dengan alasan draft yang mereka pegang saat ini belum up to date dan khawatir nanti terjadi pembohongan publik.” Ujarnya.

Menurutnya, “ketiadaaan draft yang kami pegang untuk bekal dalam diskusi kami tentunya berdampak terhadap hasil FGD secara khusus dan kegiatan secara umum. Kami menyadari akan hal tersebut. Oleh karena itu kami dari kelompok Cipayung sudah memberikan usulan agar perlu adanya diskusi lanjutan untuk mempertajam, lagi diskusi mengenai Draft UU Otsus Plus”.

Sebagai informasi , pada tanggal 11 Desember 20013 Universitas Cenderawasih melaksanakan kegiatan sosialisasi dan FGD Revisi  UU 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus dengan berbagai elemen organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan kota Jayapura yang bertempat di Hotel Meta Star Waena.

Saat itu, pertemuan dibuka dan diberikan pengantar oleh Prof Lapona yang diketahui sebagai anggota tim Inti pembahasan draft UU Otsus Plus. Saat ada yang meminta draft RUU Otsus Plus, Prof Lapona menjelaskan bahwa draft yang sedang dibahas oleh Tim saat Ini dmasih draft yang lama dan belum dapat dipublikasikan karena dikhawatirkan akan berdampak pada pembohongan publik. Prof kemudian meninggalkan ruang diskusi, mahasiswa berdiskusi tanpa fasilitator dan draft, draft..(Tim/AlDP).