Ujung Kasus Yongsu, Ada Rekonsiliasi dan Proses Hukum?

Ujung Kasus Yongsu, Ada Rekonsiliasi dan Proses Hukum?

Jayapura-Peristiwa  di kampung Yongsu distrik Ravenirara kabupaten Jayapura tanggal 27 November 2013 masih menjadi perhatian pemerintah kabupaten Jayapura,Polres Jayapura dan berbagai pihal lainnya.

“Mulai dari kematian Edward .Okoseray, warga yang masih berada dalam ketakutan, keberadaan aparat keamanan dan rencana pendirian pos keamanan termasuk keberadaan kelompok Adrianus Apaseray(AA) atau Raja Cyclop, “ ujar Anum Siregar saat bertemu dengan perwakilan warga Yongsu di Sentani pekan lalu.

 Menurutnya peristiwa Yongsu harus diselidik dan dipilah dengan baik.

“Apakah benar AA menggunakan dana bantuan untuk kegiatan separatis ataukah penyelewangan tersebut tidak ada kaitannya dengan aktifitas yang diduga sebagai aktifitas separatis. Ini mesti diselidiki rekam jejaknya selama menjadi kepala kampung,” jelasnya.

Lanjutnya, “Mesti diselidiki dengan tuntas dan semua pihak yang terlibat harus didengar pendapatnya, terutama warga Yongsu. Ujung kasus Yongsu ada rekonsiliasi atau proses hukum, agar dipahami bersama “.

“Bisa saja pihak kepolisian melihatnya dalam 2 konteks atau peristiwa yang berbeda yakni ada dugaan penyelewengan dana Otsus dan juga  separatis”

“Sedangkan kalau kita lihat pandangan bupati dan beberapa yang lain, yang terpenting adalah rakyat kembali ke kampung dapat hidup dengan aman kembali dan ada rekonsilasi di antara 2 kubu yakni masyarakat dan kelompok AA”.

Hingga kini masyarakat Yongsu terus melakukan inisiatif dengan membangun komunikasi dengan berbagai pihak seperti dengan LSM, perwakilan Komnas HAM, pemerintah ataupun pihak gereja.

“Masing-masing pihak sedang menjalankan perannya. Semua itu untuk mendapatkan solusi yang terbaik, termasuk kalau proses hukum dijalankan, bisa mendapatkan fakta yang sebenar-benarnya. Jangan lupa saling berkoordinasi,” pesannya.(Tim/AlDP).