Tuntutan 1 Tahun Penjara Merujuk Pada Dakwaan Kedua

Tuntutan 1 Tahun Penjara Merujuk Pada Dakwaan Kedua

Buktar Tabuni

Jayapura-Buktar Tabuni terdakwa pengrusakan LP Abepura tanggal 3 desember 2012 dituntut 1 satu penjara dikurangi masa tahanan sebagaimana diminta oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU),Jhon.W.Rayar,SH pada persidangan tadi.(18/09/2012).

JPU menguraikan unsur ‘Dengan sengaja melawan hukum’ dengan mengatakan bahwa saat terdakwa Buktar Tabuni mengumpulkan para narapidana dan para tahanan di depan lapangan Aula Lapas untuk membicarakan masalah penembakan narapidana atas nama Wiron Wetipo yang meninggal dunia saat itu, terdakwa menghasut pada narapidana dan tahanan untuk merusak Lapas dan melakukan perlawanan terhadap petugas Lapas.

“Setelah itu terdakwa dan para narapidana dan para tahanan melakukan pengrusakan terhadap kantor Lapas dengan menggunakan batu dan kayu, sebelum kejadian tersebut terdakwa tidak meminta ijin kepada yang berhak,terdakwa tidak mengurungkan niatnya untuk melakukan pengrusakan,” jelas JPU.

Sedangkan untuk membuktikan unsure “menghancurkan, merusak dan membikin tak dapat dipakai lagi’, JPU menuduh Buktar yang telah menghasut para narapidana dan para tahanan untuk menghancrukan kaca-kaca,pintu-pitu gembok dan atap genteng sehingga tidak dapat dipakai lagi.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, Buktar dituduh melakukan perbuatan pidana dengan dakwaan Kesatu melanggar pasal 170 ayat(1) KUHPidana Atau Kedua Pasal 406 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Menariknya dalam tuntutan JPU, meminta majelis Hakim memutuskan Buktar Tabuni bersalah dengan ancaman pidana yang diatur hanya pada Pasal 406 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHPidana dengan tuntutan 1 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Sidang ditunda untuk mendengarkan Pembelaan dari Tim Penasehat Hukum Buktar Tabuni pada jumat depan.(Tim/AlDP).