Tuntut Perbaikan FK Uncen, Mahasiswa Mengadu Ke-UP2KP

Tuntut Perbaikan FK Uncen, Mahasiswa Mengadu Ke-UP2KP

Jayapura-Belasan mahasiswa yang menyatakan diri sebagai pembaharu Kampus FK(Fakultas Kedokteran) Uncen mendatangi kantor Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan di Papua (UP2KP).

Aksi tuntutan mereka bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan sarana penunjang di kampus Uncen yang belakangan ini diketahui mengalami kekurangan sehingga membuat mahasiswa Uncen, khususnya mahasiswa FK Uncen mendatangi Kantor UP2KP untuk menyampaikan aspirasi mereka, sebagaimana pantauan AlDP Online (12/11/2013) di Abepura, Jayapura.

“Bersama teman-teman, kami datang untuk menyampaikan hal-hal yang kami alami sebagai mahasiswa kedokteran di Uncen, dimana kurangnya fasilitas pendukung, dosen-dosen mata kuliah belum berkualifikasi, Dosen-dosen belum mengajar sesuai konteks Papua dan belum efektifnya  proses perkuliahan di kampus FK Uncen. Akibatnya kami mahasiswa banyak yang tidak lulus mata kuliah,” kata Benyamin Lagowan seorang mahasiswa FK Uncen di depan Direktur Eksekutif UP2KP, drg. Aloysius Giay.M.Kes yang didampingi anggotanya.

“Tidak hanya itu, mahasiswa juga menuntut perlunya pembenahan manajemen di kampus, perlu adanya perbaikan dan tranparansi manajemen secara menyeluruh di lingkungan Fakultas Kedokteran Uncen, juga ada pemihakan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sungguh-sungguh terhadap mahasiswa kedokteran Uncen yang merupakan putera daerah,” lanjutnya.

Menurutnya selaku mahasiswa kedokteran, Benyamin merasa belum menjalani proses pendidikan kedokteran yang benar-benar sesuai dengan yang semestinya, sebagaimana mahasiswa kedokteran di universitas lain di Indonesia. Karena itu, dia meminta agar Fakultas Kedokteran dapat dibenahi secara menyeluruh menyangkut fasilitasnya seperti gedung perkuliahan, alat-alat praktek, termasuk dosen pengajar yang harus benar-benar memenuhi standar kualifikasi sebagai dosen kedokteran.

Direktur Eksekutif UP2KP, drg. Aloysius Giay, M.Kes, kepada wartawan mengatakan, bahwa sebagai lembaga non struktural yang dibentuk oleh gubernur Papua,  guna mengawasi pelaksanaan pembangunan kesehatan, pihaknya akan mempelajari dan mengkaji secara mendalam aspirasi ini dan selanjutnya menyurati Gubernur Papua dan rektor Uncen.

“Kami sangat respon atas aspirasi yang sudah disampaikan, bagi kami ini merupakan bagian dari upaya membuat perubahan di lingkungan Fakultas Kedokteran Uncen, dalam waktu dekat kami akan mengirim tim untuk bertemu rektor Uncen dan pimpinan fakultas kedokteran, guna mendapat masukan mengenai permasalahan yang ada”.

Lebih lanjut, Giay mengungkapkan, dirinya sebagai salah satu penggagas kehadiran FK Uncen, memiliki tanggung jawab moril untuk memajukan fakultas ini ke depan.

“Sejak digagas 2001 lalu, kami sejak awal berharap agar fakultas kedokteran Uncen nantinya dapat menghasilkan dokter-dokter asli Papua yang mampu melayani masyarakat Papua di kampung-kampung terisolir,” ungkapnya (RM/AlDP)