Tuntut Penerimaan CPNS, warga Kembali Berdemo
Kepala Desa Kamdera Distrik Demta,Yonatan Daisiu

Tuntut Penerimaan CPNS, warga Kembali Berdemo

Unjuk rasa warga di Kantor Dephumham Papua

Jayapura – Puluhan warga kembali menduduki Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Propinsi Papua menuntut penerimaan ulang Calon Pegawai Negeri Sipil Kemenkumham, Kamis (18/10).

Koordinator unjuk rasa Petrus Rumbiak mengatakan, pihaknya tak akan mundur dan terus mendesak pemerintah agar meninjau kembali ujian penerimaan CPNS. “Kalau tidak ada jawaban, kami akan datang dengan massa yang lebih besar,” kata Petrus, Kamis kemarin.

Ia mengatakan, penerimaan tahun 2012 seleksi CPNS Kemenkumham jauh dari azas pemerataan dan keadilan terhadap para pelamar asli Papua. “Tidak ada keseimbangan, masa ada yang nilainya rendah diterima, ada apa ini, sementara kami asli Papua yang nilainya tinggi ditolak,” ujarnya.

Petrus meminta Depkumham Papua tidak pilih kasih dalam penerimaan CPNS. “Kalau tidak diterima, biar kita jadi pengangguran saja, itu yang pemerintah mau, atau kita merdeka saja,” katanya.

Puluhan warga membentangkan spanduk dan menuntut pemerintah turun tangan. “Otsus tidak terbukti, katanya memprioritaskan orang asli Papua, mana? Pejabat cuma cari uang saja,” kata Renny Rumkabu, seorang orator.

Ia mengungkapkan, dari 70 CPNS yang telah dinyatakan lulus, hanya ada 17 orang asli Papua diterima. Kondisi ini jelas memperlihatkan diskriminasi terhadap orang asli Papua untuk berkarya di daerahnya sendiri. “Semua amber (Non Papua), kita jadi peminta minta di tanah sendiri, kapan Papua mau maju kalau dalam proses begini saja kita ditelantarkan,” tegasnya. (JO/Jayapura)