Timotius Murib : MRP Seperti Lembaga Yang Tidak Berdaya

Timotius Murib : MRP Seperti Lembaga Yang Tidak Berdaya

Wamena-” MRP hadir karena ada pelanggaran HAM di tanah Papua, Setiap orang harus saling menghargai hak hidup, ”Ujar Timotius Murib, ketua MRP saat memberikan sambutan di acara peringatan hari HAM di Wamena(18/12/2013).

Timotius mengakui bahwa MRP belum berbuat banyak hal di Papua.” MRP belum menyelesaikan persoalan yang terjadi di tanah Papua,” katanya.

Menurutnya salah satu hambatan utama MRP untuk melaksanakan tugasnya adalah akibat dari kurang harmonisnya hubungan antara MRP dengan pemerintah propinsi masa kepemimpinan sebelumnya.

“Selama MRP berdiri, gubernur Papua tidak pernah berkunjung ke MRP, baru Lukas Enembe yang datang saat menjadi gubernur”.

Selain itu menurutnya adalah masalah pendanaan yang sangat terbatas.

“MRP seperti lembaga yang tidak berdaya,salah satunya tidak punya dana jadi kalau konflik tidak bisa ke daerah”.

Timotius mengatakan bahwa sebagai pimpinan MRP, dirinya hanya memiliki jatah perjalanan 4 kali untuk ke daerah-daerah dan 2 kali ke Jakarta.

“Jadi kalau sudah pakai di 4 daerah maka 26 daerah lainnya tidak dapat dijangkau, “ tegasnya.

Sebagai lembaga kultural yang secara khusus memperjuangkan hak-hak orang asli Papua, Timotius sependapat bahwa memperjuangkan hak hidup orang asli Papua.

“Tuhan yang memberikan hal-hal yang terbaik di tanah ini tapi direbut bukan dijaga, kami mendukung kerja-kerja untuk memperjuangkan hak asasi manusia seperti kegiatan ini,” ujarnya.(Tim/AlDP).

  • Abner

    MRP adalah lembaga yang merupakan reperensenatsi kultur orang asli Papua. saya masih ingat bagaimana MRP pernah merekomendasikan mendorong dialog jakarta-papua. sudah sampai dimana proses tersebut ?