Tidak Mudah Bangun Kerjasama dengan Pemda

Tidak Mudah Bangun Kerjasama dengan Pemda

Jayapura – Jaya Kartika, SH, Kepala Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Klas II Jayapura mengatakan, pihaknya terus melakukan terobosan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna melakukan pendampingan terhadap klien. Salah satunya bekerjasama dengan pihak BLK (Balai Latihan Kerja) Jayapura.

“Saya melaksanakan program bimbingan kemandirian, sehingga ketrampilan yang didapat itu langsung berguna untuk menciptakan lapangan kerja dan bersertifikasi,” kata Kartika saat ditemui Kamis (07/02/2013).

Pihak BLK kemudian memberikan rincian kebutuhan pelatihan untuk 10-20 peserta selama 30 hari dengan biaya sebesar 126 juta. “Tentu saja kami tidak bisa kerjasama sebab dana untuk ketrampilan yang ada di BAPAS hanya sebesar Rp30 juta pertahun,” katanya sambil tertawa.

Sebagai bagian dari instansi vertikal, dana yang dikelola oleh BAPAS sangat kecil. Baik untuk program kemandirian maupun untuk melakukan perjalanan mengunjungi klien. Sementara pemerintah daerah sulit memberikan dukungan kepada BAPAS.

“Saya coba komunikasi sama pemda tapi susah sekali, padahal kita mengurus masyarakat yang sama,” ucapnya.

Kesulitan yang sama dialami juga saat melakukan pendampingan ke klien. Biaya perjalanannya cukup besar. Kalaupun menggunakan petugas dari LP setempat, perlu pula dipikirkan pembiayaan untuk melakukan Litmas, kunjungan dan pengawasan.

“Jalan satu-satunya semua kebutuhan itu harus terus dibunyikan bersama-sama oleh instansi vertikal di daerah, di mulai dari pihak LP, agar pemerintah pusat memberikan perhatian yang lebih besar juga,” ujarnya. (Tim/AlDP)