Tidak Banyak Pembeli di Pasar Sentral Supiori

Tidak Banyak Pembeli di Pasar Sentral Supiori

Sorendiweri – Alice Kafiar adalah salah seorang penjual sayur yang sehari-hari berjualan di Pasar Sentral Sorendiweri.  Alice bukan warga Supiori, dia khusus datang dari Biak Kota. “Saya datang hari senin dan pulang hari sabtu ke Biak,” Ujarnya dengan senyum.(21/06/2012).

Alice menginap di rumah kenalannya di Sorendiweri, katanya dalam 3 hari biasanya  jualannya sudah layu atau rusak sehingga setiap 3 hari sekali dia kembali ke Biak untuk membeli sayur dan jualan lainnya. Di Biak, ada petani sayur yang langsung mengantar ke rumahnya.

“Saya membawa sekitar 100 ikat, satu ikat dibeli dengan harga Rp.3.000 dan saya jual dengan harga Rp.5.000,” terangnya. Selain sayur ada juga tahu tempe dengan harga yang sama.

Biaya transportasi sekali perjalanan Rp.30.000 belum termasuk ongkos barang-barang jualan. “kalo barang banyak, kami bayar banyak,” katanya saat ditemui AlDP Online di Pasar Sentral Supiori.

Selain Alice, banyak penjual lainnya yang datang dari Biak, orang Biak maupun asal Sulawesi. Selebihnya pedagang dari Supiori Timur, Barat dan Utara. “Tapi yang di sini datang siang-siang, mereka jual singkong,sayur dan pinang”.

Pasar Sentral terlihat masih sepi meskipun sudah hampir pukul 9 pagi, hanya ada sekitar 5 orang penjual. Belum ada pembeli. Satu persatu mobil dari arah koita Biak yang membawa penjual mulai berdatangan. Penjual menunggu pembeli dengan sabar.

Lanjut Alice, “Pasar sepi, pembeli hanya pegawai pemda, polisi dan tentara.Ada juga yang bikin kebun sendiri di sini”. Alice berharap pasar segera ramai agar jualan mereka laku. Juga berharap agar pemerintah memasukan listrik di pasar sehingga mereka dapat berjulan lebih lama dan dapat menambah jenis barang jualan.(Tim/AlDP).

  • Rehabean Mansnandifu

    Dengan melihat kondisi yang di tampilkan saya merasa prihatin namun harapan dan semangat pembangunan supiori kedepan tidak diakiri dengan berbagai kondisi yang sangat terbatas baik peningkatan ekonomi masyarakat dan sirkulasi perekonomian yang terlihat lambat. Satu saran saya:
    1. Pemerintah daerah (Bupati) menetapkan aturan khusus untuk PNS supiori agar menetap di supiori. kenapa saya beralasan seperti ini, karena dengan melihat wajah asli supiori terlihat pada hari libur itulah supiori aktifitas perekonomian saat libur tidak terlihat seperti pada hari kerja ini satu indikator bahwa perekonomian tidak berjalan optimal, oleh sebab itu untuk mengerakkan perekonomian dimulailah dengan PNS supiori harus tinggal disupiori jelas bahwa jika PNS tingal disupiori sudah otomatis dia akan belanjakan uangnya disupiori.
    2. Arus transportasi darat sudah saatnya dioperasikan di wilayah supiori agar distribusi barang khusunya sembilan bahan pokok dapa tercukupi dan harganya dapat terjangkau oleh masyarakat.
    3.operasikan terminal pasar sentral sebagai tempat transit agar dapat sebagai lokomotif untuk mendorong perekonomian diarea pasar dan supiori secara keseluruhan.
    4.Pemerintah daerah (dinas Pariwisata)menginventarisir desa-desa yg memenuhi produk wisata agar segera dibina dan ditetapkan sebagai desa wisata, sebagai aikon wisata supiori untuk menjadi leanding sektor wisata dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan PAD. Jika desa wisata berhasil dipromosikan dengan berbagai keberhasilannya dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Supiori
    5.Pemerintah daerah menetapkan program efektifitas etika dalam birokrasi sebagi suatu nilai sehingga PNS bekerja dapat memahami dan mengerti dirinya dan orang lain (masyarakat)

    akhirnya saya menyadari bahwa pembangunan itu tidak semudah kita membalikkan telapak tangan namun ini yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. (Mansnandif)—Jogjakarta, 31 Oktober 2012

  • http://www.aldp-papua.com.kabupaten elsafan.arisoy

    gimana kabupaten mu maju..klo tdk ada keseimbangan berdadang…….!!!! bupati berhak mendatangan subsidy.sembako……mana mu sejakterakan masyarak ..klo masyarak sendiri bego kaya batu…….maju berfikir ke depan …zma” membangun negri…..

  • mambenarsm

    di tulis bukan pustu masram tetapi Pustu Marsram