Tidak Ada Persiapan, Saat Tamunya datang, Areki Sedang Kerja Di Kebun

08 04 15Wamena – Putusan majelis hakim yang menjatuhkan pidana selama 1 (satu) tahun terhadap terdakwa Ibrahim Marian dkk adalah jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dijatuhkan pidana selama 5 (lima) tahun.

Putusan seperti itu biasanya dikenal dengan istilah “terjun bebas” oleh Pengacara atau beberapa kalangan yang mengikuti jalannya persidangan.

“Sebelumnya kami sangat khawatir kalau keluarga kami akan dihukum tinggi, kalau Majelis hakim tidak memperhatikan situasi di sidang,” jelas Obeth Marian, paralegal dari Tim Penasehat hukum terdakwa yang setia mendampingi para terdakwa sejak awal persidangan.

Menurut Obeth Marian, keputusan tersebut telah memenuhi rasa keadilan mereka meskipun dalam Nota Pembelaan, Tim penasehat hukum meminta terdakwa dilepaskan dari segala tuntutan hukum dan dibebaskan.

Pastor Jhon Jonga Pr, yang secara intensif memantau jalannya persidangan sejak digelas pertama kali pada bulan November 2014, juga menyambut baik putusan dari Majelis Hakim.

“Sejak awal saya ikuti sidang, saya sudah melihat cara majelis hakim, khususnya hakim ketua yang memimpin sidang dengan sangat baik. Dia mengerti cara berkomunikasi saat memimpin sidang. Jarang ada hakim yang seperti itu,”jelas Pastor yang memimpin Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP) di Wamena. YTHP tergabung dalam koalisi untuk mendampingi Ibrahim Marian dkk.

Pastor yang dikenal sebagai aktifis HAM itu kemudian menambahkan bahwa menurut pengamatannya, Hakim ketua selalu mengkomunikasikan pertanyaan sesuai dengan konteks lokal agar dipahami terdakwa.

 

“Hakim memahami kesulitan yang dihadapi terdakwa dalam memahami bahasa Indonesia. Dia sabar menjelaskan dan bertanya, terus dengan cara yang konsisten meskipun sidang berjam-jam dan baru selesai pukul 4 atau 5 sore”.

Pastor John berharap sikap seperti itu patut dipahami oleh hakim-hakim yang menangani perkara di Papua, proses persidangan berjalan sesuai aturan dan tetap menghargai hak-hak terdakwa.(Tim/AlDP).