Thaha Alhamid : Apakah Negeri Ini Sedang Dipimpin Kapolda dan Pangdam?

Thaha Alhamid : Apakah Negeri Ini Sedang Dipimpin Kapolda dan Pangdam?

Thaha Alhamid lagi berbincang-bincang dengan para undangan lainnya , Papua lawyer Club

Jayapura-Thaha Alhamid sekjend PDP mengatakan “penembakan acak, pelaku dengan kendaraan bermotor dan peristiwa lainnya, bagian dari upaya menebar teror. Jayapura sedang berkembang dan melampaui daya sanggah alam, ketidakadilan social,politik”.(09/06/2012). “Jayapura menjadi pusat pertarungan politik, ekonomi, keuangan dan kongkalikong”

Terhadap kasus penembakan yang terjadi akhir-akhir ini Thaha berkomentar,” Penembakan ada 3 unsur yakni senjata, pelaku dan peluru. Peluru ada alamatnya kalau peluru produksi pindaad pasti dikirim ke institusi resmi kalau tidak dari aparat lantas dari siapa? Harus diungkap. Siapa itu OTK? Apakah penyebutan OTK, apakah OTK turun dari langit atau OTK menunjukkan ketidakberdayaan kita?”.

Thaha juga menyebutkan ketika pemerintah sipil tidak berdaya maka masyarakat sipil akan hilang pegangan. Katanya,” Dok II diam(gubernur), DPRP sibuk dengan pilgub dan MRP masih tidur lantas apakah negeri ini sedang dipimpin oleh kapolda dan pangdam?”.

Lanjutnya, rakyat tidak perlu berkunjung ke kapolda atau pangdam setiap hari tapi setiap hari rakyat tapi rakyat butuh mengunjungi sekolah, rumah sakit, pasar dan bekerja tapi apakah ini aman?”.

Menurutnya harus dimulai dari komunikasi politik yang terbuka dan dimulai dari aparat kepolisian. Thaha mendukung upaya polisi untuk terus mengungkapkan kasus-kasus yang terjadi. Katanya, ”Kita tidak berniat untuk intervensi kerja kepolisian, tapi kalau polisi dengan cepat menangkap Buktar Tabuni yang diduga bertanggungjawab atas beberapa kasus belakangan ini, silahkan dibuktikan tapi seharusnya polisi juga dengan cepat tangkap para koruptor dan pelaku kejahatan lainnya di Papua”.

Katanya saat diminta menyampaikan closing statement,” Catatan saya, hukum pertama dan terakhir yang harus diingat dan dilakukan oleh polisi adalah polisi jangan melukai hati rakyat”.(Tim/AlDP).