Tetap Produktif Meski Terpidana

Tetap Produktif Meski Terpidana

Biak – Apot Enos Lokobal, narapidana 20 tahun kasus Pembobolan Gudang Senjata Kodim Wamena tahun 2003, mengisi hidupnya dengan tenang di LP Biak. Meskipun kondisinya mulai sakit-sakitan.

“Saya sering tidak bisa tidur, belakang saya sakit dan biasanya tidur sambil duduk, sandar,” jelasnya saat ditemui Anum Siregar, penasehat Hukumnya di LP Biak, Rabu (12/12/2012).

Untuk mengatasi kejenuhannya, Apot membuat bingkai dari koran bekas dan kertas lainnya, ketrampilan membuat bingkai didapatnya saat dia menghuni LP Gunung Sari tahun 2004-2008 hingga dia di LP Biak.

Kini bukan saja Apot yang terampil, sejumlah narapidana lainnya, di sel yang berbeda rami-ramai membuat bingkai demikian juga Numbungga Telenggen, terpidana seumur hidup untuk kasus yang sama. Numbungga yang usianya jauh lebih muda dan energik justru bisa bekerja lebih maksimal.

“Setidaknya dalam seminggu kami bisa buat 10 bingkai,” jelas Numbungga yang mendampingi Apot.

Apot dan Numbungga menjual bingkai mereka secara swadaya, melalui pengunjung yang datang ataupun menitipkan dalam jumlah banyak ke seseorang untuk di jual ke pihak lain.

Sayangnya mereka mengaku lebih banyak rugi. “Kami kasih katanya mau dijual di Supiori, atau teman mereka, barang dibawa tapi sampai sekarang uang tidak di kasih-kasih padahal semua bahan kami beli,” kata Numbungga.

Untuk satu bingkai ukuran 10R, Apot dan Numbungga mengeluarkan uang sekitar 40 an ribu untuk tripleks, kaca dan bahan lainnya. Bingkai dijual dengan harga sekitar Rp.70 ribu-100 Ribu.

Mereka berharap ada mekanisme pasar yang bisa membantu pemasaran bingkai mereka lebih efektif apalagi pekerjaan membuat bingkai membuat mereka lebih produktif dan tidak melakukan hal-hal negative sebagai penghuni LP Biak. (Tim/AlDP)