Berita

Tersangka UU Darurat Watlarik Hiluka, Ditanya Sambil Dipukul

Jayapura-Menurut salah satu saksi(NH) yang berada di rumah Watlarik Hiluka, tersangka kepemilikan amunisi tanpa ijin,aparat kepolisian datang sekitar pukul 11.30 siang pada tanggal 3 juni 2018.

Aparat polres Jayawijaya, datang menggunakan 3 mobil. Sebelumnya polisi bertanya padanya apakah dirinya mengenai Roy Hiluka. Saksi mengatakan tidak tahu, lalu diminta duduk di halaman bersama beberapa orang lainnya.

Polisi juga sempat menanyakan nama seseorang yang sudah meninggal.

“Saya katakan sudah meninggal dan tunjuk kuburannya,” jelas saksi.

“Tidak lama, Watlarik masuk ke rumah, anggota polisi keluarkan tembakan ke arah langit 2 kali dan 1 kali ke arah tanah. Kemudian mereka masuk ke honai,” tambah saksi.

Saat masuk di honai, polisi membongkar barang-barang yang ada di dalam honai dan membuang semuanya ke halaman.

Anggota polisi yang lain bertanya ke Watlarik Hiluka, mengenai peluru. Watlarik mengatakan mendapatkan dari seseorang yang tidak dikenal. Polisi terus memaksa dan Watlarik mengatakan mendapatkan peluru dari Linus Hiluka.

Saksi melanjutkan,” kemudian ditanya, peluru itu harganya berapa”.

Sambil bertanya, seorang anggota polisi menendang muka Watlarik sebanyak 2 kali hingga berdarah. Saksi juga sempat dipukul.

Polisi mengatakan, jika peluru tidak ditemukan,” kami akan tembak kamu tiga dan bakar semua rumah yang ada,” jelas saksi.

Tak lama kemudian, istri Watlarik memberikan peluru kepada polisi.
Watlarik pun dibawa ke polres Jayawijaya.Dirinya dikenakan UU Darurat yakni menguasai amunisi/peluru tanpa ijin.(Tim/AlDP).