Terkendala Transportasi, Pelajar Merauke Batal Ikut Ujian

Merauke – Belasan siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Wasur, Merauke, batal mengikuti Ujian Nasional tahun 2012, akibat jauhnya tempat pelaksanaan ujian.

“Itu benar, ada sejumlah siswa yang tidak bisa ikut, salah satu kendala adalah jauhnya sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Vincentius Mekiuw, kemarin.

Ujian SD yang mulai digelar dari Senin dan berakhir Rabu, diwarnai beragam peristiwa di Merauke. Di Kampung Bibikem, pelaksanaan UN terpaksa dihentikan karena tak pernah ada proses belajar mengajar setahun terakhir. “Ujian ini kan pakai sistem rayon, bagi anak yang rumahnya jauh dari sekolah, memang menyulitkan,” ujarnya.

Albert Gebze Moyuen, Wakil Ketua I Lembaga Masyarakat Adat Malind Anim mengatakan, tidak ikutnya siswa dan sekolah menyelenggarakan UN, telah diperkirakan pihaknya. “Saya bisa lihat, dari pengalaman tahun lalu, sebenarnya dinas terkait harus mengantisipasinya, bukan kemudian masalah ini dari tahun ke tahun terus terjadi,” katanya.

LMA kata dia tak dapat berbuat banyak membantu siswa mengikuti ujian. “Ini kembali pada pemerintah, kalau ingin pendidikan kita baik, mulailah dari sekarang membenahi, karena kami lihat masalah ini selalu sama.”

Pelajar SD yang mengikuti UN di Merauke, sebanyak 4.032 anak. UN diselenggarakan di 52 titik atau sub rayon. Pengawasan UN di Merauke menerapkan sistem silang, dimana guru mengawasi adalah guru dari sekolah lain.

Di Distrik Kimaam, selain kampung Bibikem, ada pula dua SD yang tak bisa melaksanakan UN, yaitu SD Sibenda dan SD Kawe. “Kita berharap di tahun depan, persoalan serupa tidak terulang, kasihan anak-anak, seharusnya mereka tahun ini sudah naik ke jenjang menengah, tapi masih tertahan,” pungkasya. (02/AlDP)