Terdakwa Pisugi Dituntut 5 Tahun

Wamena-Jaksa Penuntut Umum(JPU) Teguh Basuki SH,MH, kasi Pidum pada Pengadilan Negeri Wamena menuntut Ibrahim Marian, Marthen Marian, Jali Walilo dan Jhoni Marian dengan pidana 5 tahun penjara.

Tuntutan itu disampaikan awal minggu ini pada persidangan keempat warga Pisugi yang diduga adalah anggota KNPB.

Mereka diduga menjadi pelaku pada peristiwa pembakaran Kios dan mobil di kota Wamena dan membuat bom Molotov dari botong kratingdaeng di Kampung Wara Pisugi. Tidak hanya itu, mereka juga dituduh telah melakukan aksi boikot pilpres pada tahun lalu.

Pada Surat Dakwaan JPU, saat sidang dimulai, JPU mendakwa mereka dengan pasal berlapis yakni dakwaan Kesatu yakni Pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP, atau Kedua Pasal 187 bis Ayat (1) KUHP Atau Ketiga Pasal 187 Ter KUHP Atau Keempat Pasal 164 KUHP kembali digelar.

Namun pada saat pembacaan tuntutan, JPU hanya memilih pasal…pasal 187 bis KUHP.

“Kami menggunakan dakwaan Kedua Pasal 187 bis KUHP karena menurut kami pada pasal tersebut yang memungkinkan untuk dibuktikan selama proses di persiangan,” Ujar JPU.

Pasal 187 bis KUHP itu memberikan ancaman pidana pada orang-orang yang diduga membuat, menerima, menyembunyikan benda-benda yang dapat digunakan untuk membuat letusan sehingga mengamcam nyawa dan barang.

Ibrahim Marian dkk, dituduh membuat dan menyembunyikan bom Molotov atas ajakan dari Edi Doga dan Hery Kosay yang mendatangi kampung Wara. Mereka dituduh mengikuti sejumlah pertemuan untuk membahas aksi boikot pilpres.

Selain ke empat terdakwa, masih ada satu terdakwa yakni Yosep Siep yang hingga saat ini belum disidangkan karena masih dalam keadaan sakit. Yosep Siep hingga kini masih dipulangkan di rumahnya Kampung Wara, distrik Pisugi kabupaten Jayawijaya.(Tim/AlDP).