Terdakwa Peristiwa Wara Pisugi Divonis 1 Tahun Penjara

08 04 15 2Wamena – Setelah melalui proses persidangan yang cukup panjang sejak pertengahan November 2014, akhirnya terdakwa peristiwa Wara Pisugi yang terdiri dari Ibrahim Marian, Jhoni Marian, Marthen Marian dan Jali Walilo menerima putusan dari Majelis Hakim yang memeriksa perkara mereka.

JPU mendakwa mereka dengan pasal berlapis yakni dakwaan Kesatu yakni Pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP, atau Kedua Pasal 187 bis Ayat (1) KUHP Atau Ketiga Pasal 187 Ter KUHP Atau Keempat Pasal 164 KUHP.

“Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana mengumpulkan bahan-bahan atau perkakas yang digunakan untuk membuat letusan atau ledakan sebagaimana pasal 187 bis Ayat(1) KUHP,” terang Benyamin Nuboba,SH hakim ketua yang didampingi oleh Muh. Amin, SH dan Behinds Tulak, SH Sebagai hakim anggota di Pengadilan Negeri Wamena.(31/03/2015).

Majelis hakim dalam pertimbangan mengatakan bahwa tidak ada alasan pembenar ataupun pemaaf untuk para terdakwa namun majelis hakim berpendapat bahwa putusan yang diberikan sudah seadil-adilnya.

Dalam putusannya, Majelis hakim menyoroti kedatangan Edi Doga ke kampung Wara yang datang sambil membawa bensin. Kedatangan Edi Doga ke rumah Yosep Siep dikaitkan dengan adanya pertemuan untuk mengajarkan membuat bom Molotov kepada para terdakwa.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 1 (satu tahun),” tegas Majelis Hakim.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut dijatuhkan pidana selama 5 (lima) tahun.

Dalam beberapa pertimbangannya majelis hakim memperhatikan dan sependapat dengan Nota Pembelaan yang diajukan oleh Tim Penasehat hukum terdakwa terutama terkait Barang Bukti.

“Tidak semua barang Bukti memiliki relevansi dalam perkara ini,” seperti itulah salah satu pertimbangan hakim.

Terhadap putusan tersebut, JPU dan Tim Penasehat Hukum menyatakan’pikir-pikir”.

“Kami akan berdiskusi dengan para terdakwa dan keluarga sebelum memutuskan sikap menerima atau banding, agar semuanya porses ini dipahami dengan baik oleh terdakwa dan keluarganya,” tandasnya Patiradjawane, SH yang didampingi Anum Siregar, SH sebagai tim Penasehat hukum terdakwa.(Tim/AlDP).