Terdakwa Peristiwa Sasawa Dituntut 4 Tahun Penjara oleh JPU

Terdakwa Peristiwa Sasawa Dituntut 4 Tahun Penjara oleh JPU

Sorong-“menyatakan terdakwa I Jimmi Kapanai, terdakwa II Septinus Wonawai, terdakwa III Peneas reri, terdakwa IV Salmon Windesi, terdakwa V Rudi Otis Barangkea, terdakwa VI Kornelius Woniana dan terdakwa VII Obet Kayoi telah terbukti bersalah Turut Serta melakukan tindak pidana dengan maksud melawan pemerintah Indonesia, Menggabungkan diri pada gerombolan yang melawan pemerintah dengan senjata dalam dakwaan kedua Pasal 108 Ayat (1) ke2 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH Pidana,” demikian ujar Syarifa Alien Royana, SH salah satu tim Jaksa Penuntut Umum(JPU) saat membacakan Surat Tuntutan di Pengadilan Negeri Sorong pekan lalu.

Berdasarkan itu kemudian JPU meminta majelis hakim untuk menjatuhkan pidana pejara selama 4(empat) tahun kepada Jimi Kapanai dkk, Terdakwa pada peristiwa Sasawa tanggal 1 Pebruari 2014.

JPU yang menyusun Surat Dakwaan dengan model dakwaan alternative yakni Dakwaan Pertama : Pasal 106 KUH Pidana Jo Pasal 53 Ke-1 jo 55 Ayat(1) Ke-1 KUH Pidana Atau Kedua : Pasal 108 Ayat (1) Ke-2 KUH Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUH Pidana Atau Ketiga : Pasal 2 Ayat(1) UU DRT Nomor 12 Tahun 1951, telah memilih Dakwaan Kedua untuk menjadi dasar dalam Surat Tuntutannya.

Artinya, focus Surat Tuntutan JPU pada tuduhan bahwa ketujuh terdakwa telah melakukan pemberontakan(opstand) terhadap pemerintah Republik Indonesia, bukan pada dakwaan pertama yakni perbuatan makar(aanslag).

Keterlibatan para terdakwa pada peristiwa tanggal 1 Pebruari 2014, saat kelompok TNP/OPM pimpinan Fernando Worabai melakukan pelatihan ala militer dan konferensi di kampung Sasawa, dinilai oleh JPU sebagai tindakan turut serta dengan kelompok yang melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah yakni pemerintah republik Indonesia.

JPU juga mendata setidaknya ada 79 Benda yang dapat dijadikan Barang Bukti dalam perkara dimaksud.

Para terdakwa kemudian menyerahkan nasib mereka kepada Tim penasehat hukum untuk menyampaikan pembelaan.(Tim/AlDP)