Berita

Teluk Bintuni akan Dialiri Listrik Penuh

Sorong – Lima Distrik di pedalaman Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, diantaranya Saengga, Tanah Rubuh, Onar, dan Onar Baru, akan dialiri listrik tanpa padam mulai September 2012.

Rencana ini setelah Pemkab Teluk Bintuni meminta hak mereka kepada British Petroleum (BP) Tangguh yang beroperasi di daerah itu.

Selain lima distrik, secara bertahap kawasan lain di wilayah Selatan Teluk Bintuni, seperti, Aranday, Kamundan, Weriagar, Mogotira dan Sebyar – Rejosari juga akan mendapat jatah penerangan. Pada tahap berikutnya, daerah sekitar distrik Babo dipastikan sudah bisa pula menikmati listrik penuh.

Pemkab kabupaten Teluk Bintuni mendapat kepastian setelah terjadi pembicaraan serius dengan pihak BP Tangguh yang berakhir beberapa pekan sebelum digelar Rapat Kerja Bupati dan Wali Kota Se – Papua Barat pada 14 Mei lalu di Kabupaten Teluk Bintuni.

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Alfons Manibui mengatakan untuk mewujudkan aliran listrik di kabupatennya, dalam waktu dekat, pihak Perusahaan Listrik Negara atau PLN sudah akan memasang kabel instalasi dari pusat listrik BP Tangguh menuju daerah-daerah yang direncanakan. Kabel-kabel itu akan melewati bawah laut sepanjang hampir 40 kilo meter ke arah Selatan Kabupaten Teluk Bintuni.

Pembangunan jaringan instalasi itu juga akan dilakukan hingga memasuki daerah sekitar Kabupaten Teluk Bintuni sampai masuk ke pusat kota. “Listrik di Bintuni, nantinya tidak akan mati satu detik pun,” kata Alfons Manibui. Tapi, Alfons melanjutkan, “Sepanjang gas masih ada.”

Alfons Manibui mengatakan, pemasangan instalasi listrik untuk seluruh distrik, sesuai pembicaraan dengan pihak BP Tangguh, akan selesai paling cepat akhir tahun ini, atau paling lambat awal tahun 2013. “Yang buat lama itukan cuma pemasangan jaringan saja,” ucapnya.

Listrik itu berasal dari BP Tangguh sebanyak 8 Mega Watt yang memiliki total kemampuan mencapai 105 Mega Watt. “Ini bukan bantuan, dia (BP Tangguh) harus memberi hak kita,” kata Alfons.

Sejauh ini, warga yang tinggal di sejumlah distrik pedalaman, terpisah oleh laut dan sungai di Kabupaten Teluk Bintuni, masih menggunakan mesin genset untuk memenuhi kebutuhan penerangan. “Selama ini kita masih pakai genset,” kata Tholib Refideso, warga Teluk Bintuni.

Sementara itu, terkait pembangunan infrastruktur, Alfons Manibui mengungkapkan, dirinya meminta Gubernur Provinsi Papua Barat Abraham Atururi untuk membantu pengembangan panjang landasan pacu bandara Teluk Bintuni, dari 970 meter menjadi 1350 meter. “Untuk mewujudkan bandara yang aman, pihak BP Tangguh juga akan dilibatkan menyiapkan perangkat pengelolaan keamanan pendaratan dan penerbangan,” katanya. (02/ALDP)