Telkomsel akan Masuk di Mindiptana
Suasana Diskusi Kelompok Kajian Indikator Papua Tanah Damai di Manokwari

Telkomsel akan Masuk di Mindiptana

Fransiskus Komon, Kepala Distrik Mindiptana

Boven Digoel – Telkomsel berencana mengembangkan jangkauan membantu telekomunikasi masyarakat hingga ke Distrik Mindiptana, Boven Digoel, Papua. Rencana telkomsel sebagai satu-satunya pengelola jaringan terluas di Indonesia itu, guna menjawab putusnya hubungan warga selama belasan tahun keluar Mindiptana.

“Sudah ada survey yang dilakukan. Kita bahkan sudah menyerahkan lahan seluas 20×20 meter untuk dibangunnya pemancar atau BTS,” kata Fransiskus Komon, Kepala Distrik Mindiptana, kemarin.

Menurutnya, memasukan Telkomsel dapat berdampak pada meningkatnya pengetahuan masyarakat dan informasi. “Telkomsel sendiri mendapat untung dari program itu. Bagi saya, ini sesuatu yang baik, kami menerima Telkomsel karena sudah menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Belasan tahun warga Mindiptana jauh dari komunikasi dunia luar. Beberapa orang memiliki radio jarak jauh sebagai alat penyampai informasi, namun terbatas. “Komunikasi merupakan yang utama di daerah pedalaman, bukan hanya pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.

Distrik Mindiptana terletak kurang lebih 75 kilometer dari Ibukota Boven Digoel, Tanah Merah. Untuk mencapai Mindiptana, dibutuhkan kurang lebih dua jam menggunakan kendaraan roda empat. “Bisa empat jam kalau jalan rusak, kalau parah sekali, Mindiptana terisolir dari Tanah Merah. Komunikasi hanya lewat radio Walky Talky,” katanya.

Mindiptana merupakan distrik tertua di Boven Digoel. Meski sudah berumur puluhan tahun, daerah itu masih jauh dari perhatian pemerintah. Untuk membangun sebuah jembatan rusak saja, butuh beberapa tahun lamanya. “Dan sekarang ada banyak jembatan rusak. Kalau tidak hati-hati, mobil bisa masuk ke kali, ini bahaya,” kata Komon.

Ia berharap pemerintah membantu pengembangan sarana komunikasi, bergandengan tangan bersama Telkomsel menembus batas komunikasi ke Mindiptana. “Kita akan dirikan pemancar, rencana ini dari tahun kemarin, kita masih menunggu jawaban Telkomsel, mudah mudahan dalam waktu dekat sudah ada realisasinya.”

Amirrudin, warga Boven Digoel mengatakan, komunikasi ke daerah pedalaman, efektif menggunakan radio dengan jangkauan jauh. “Kalau pakai HP, tidak bisa. Di Mindiptana belum ada sinyal, saya selalu komunikasi ke sana pakai radio. Itu membantu untuk informasi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah bertanggungjawab mencari jalan keluar bagi masalah telekomunikasi di Mindiptana. “Kalau bisa ada campur tangan pemerintah, kasihan masyarakat disana sudah puluhan tahun belum terbantu dalam urusan telekomunikasi,” pungkasnya. (02/ALDP)