Berita

Tarik Ulur Pilgub Papua, Panwaslu Kabupaten Keerom Tutup Kantor

Keerom-Akhir minggu lalu,Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Keerom genap berumur setahun. Tarik ulur pemilihan Gubernur Papua(pilgub) memberikan cerita tersendiri bagi keberadaan mereka. Terhitung sejak bulan September 2011,  Panwaslu Keerom yang berkantor di Arso II Distrik Arso tidak lagi menerima honor bersamaan dengan ditundanya pilkada Gubernur Papua. Lalu Pada bulan Januari 2012, mereka sempat menerima honor lagi dan kemudian berhenti hingga sekarang. Karena ketiadaan biaya, sejak bulan Januari 2012 juga mereka menutup kantornya.

Natalia Yonggom yang menangani Divisi penanganan pun memberi penjelasannya tentang alasan penutupan kantor ini. “Pertama karena tidak ada dana, kedua karena memang tidak ada aktivitas” ungkapnya saat ditemui AlDP di Arso (28/04/2012).  Semua peralatan kantor pun untuk sementara disimpan di rumah sampai ada kejelasan kapan panwaslu bisa mulai beraktivitas lagi. Dia mengaku selama tahun 2011 mereka baru bekerja pada tahap pendaftaran untuk Daftar pemilih tetap.

Panwaslu Keerom terdiri dari tiga orang yang masing-masing membawahi satu divisi yaitu Divisi Penanganan, Divisi Pengawasan, dan Divisi organsisasi .  Saat ketiganya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Natalia Yonggom kini memilih untuk menjadi guru  mata pelajaran  agama di SMP Negeri I Arso. “Kita baru akan mulai kerja lagi kalau sudah ada pemberitahuan resmi dari Provinsi” pungkasnya.

Sementara itu mengenai penjadwalan ulang pelaksanaan pilgub Papua, DPRP sudah memutuskan untuk memulai tahapan pendaftaran bakal calon pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini tetap dikeluarkan meski belum ada kesepakatan antara DPRP dan KPU yang berebut sebagai pelaksana pilgub di Papua.(01/AlDP)