Tapol Yusanur Wenda Bebas Bersyarat, Meki Elosak Menyusul

Meki ElosakWamena – Yusanur Wenda narapidana makar tahun 2005, telah bebas melalui  Pembebasan Bersyarat(PB) pada tanggal 20 Januari 2016 di Lapas Wamena.

“Kami telah membebaskan Yusanur sesuai dengan keputusan Menteri Hukum dan hak Asasi Manusia RI Nomor PAS-570.PK.01.05.06 tahun 2015 yang dikeluarkan tanggal 12 November 2015,” demikian penjelasan Kasi Binadik Giatja,Henock S.Sos Lapas Wamena didampingi oleh Kasubsie Reg.Bimpas Christian Toding..S.Sos di Lapas Wamena(12/02/2016).

Pembebasan Bersyarat Yusanur Wenda dieksekusi langsung oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Wamena melalui Kasipidum Kejari Wamena,Teguh Basuki SH.MH.

Usai eksekusi Pembebasan Bersyarat Yusanur Wenda, maka selanjutnya pihak Lapas Wamena menyerahkan Yusanur kepada pihak keluarga.

Yusanur Wenda adalah salah satu Narapidana politik dengan masa pidana yang sangat lama di Papua. Dia dikenakan pasal 106 KUHP mengenai makar.

Yusanur Wenda ditahan sejak tanggal 23 Januari 2005 kemudian menjalani persidangan di PN Wamena dengan nomor putusan: 13/PTS/PID.B/2015/PN Wamena. Majelis Hakim memvonisnya selama 17 tahun penjara. Jika tidak menerima remisi dan hak-hak lainnya maka waktu pembebasan Yusanur terhitung di tahun 2022.

Selain Yusanur Wenda, berikutnya yang sedang diusulkan untuk Pembebasan Bersyarat oleh Lapas Wamena adalah Meki Elosak dan Wiki Meage. Kedua Tapol terpidana 8 tahun penjara pada kasus Bolakme 2009 dan menjalani pidana 8 tahun sejak tahun 2010.

Sebelumnya ketiga narapidana politik ini yakni Yusanur Wenda, Meki Elosak dan Wiki Meage  menolak usulan pemberian Grasi pada agustus 2015.(Tim/AlDP).