Tak Punya Rencana Kuliah dan Masih Menunggak Biaya SPP

Keerom-Monica Fatagur, 19 tahun bersama empat puluh tiga siswa lainnya baru saja  menyelesaikan Ujian Akhir Nasional di SMA YPPK Taruna Tegasa Arso Kota. Meski sempat merasa gugup di hari-hari awal ujian, siswi kelas III IPA ini bisa mengerjakannya soal-soal ujian itu dengan baik. Ada pun mata pelajaran yang dikerjakannya selama empat hari itu adalah Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Di antara keempat mata pelajaran itu, Bahasa Inggrislah yang menurutnya  paling sulit.

Ketika ditanya tentang rencana setelah lulus, siswa yang pernah menjadi Ketua OSIS di sekolahnya mengatakan ,”Belum pikir untuk rencana setelah lulus. Sekarang itu sedang  pikirkan cara bantu mama untuk bayar uang ujian adik saya ada dua orang. Mereka dua ujian minggu besok” ungkapnya (19/04/2012).Dua adiknya yang sekarang duduk di kelas 3 SMP pada senin 23 April 2012 mendatang juga akan melaksanakan Ujian Akhir Nasional.

“Kemarin karena saya ujian duluan, jadi uang semua untuk bayar saya punya dulu,” ungkapnya lagi. Sejak bapaknya meninggal, dalam keluarga mereka sering kesulitan biaya terutama biaya sekolah. Ibunya hanyalah seorang pekerja di Perkebunan Kelapa Sawit Yetti dan dibantu oleh kakaknya yang memiliki usaha menjahit. Monica adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Untuk meringankan beban keluarganya, selama sekolah dia memilih tinggal di Asrama Putri Santo Don Bosko Arso Kota yang dikelola oleh YPPK Santo Fransiskus Asisi.

Tak hanya itu, dia juga mengaku masih menunggak biaya SPP di sekolah. “SPP selama tahun 2012 belum saya bayar. Ada sekitar Rp 1.980.000. Waktu itu hanya bayar uang ujian saja satu juta”,katanya jujur. Beruntung pihak sekolah masih memberikannya kesempatan untuk  membayar pelan-pelan dalam beberapa waktu ke depan. Ijasahnya baru akan diberikan setelah semua tunggakan tersebut  lunas.

Monica sendiri terhitung siswa yang aktif baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pada desember tahun lalu Dia menjadi salah satu peserta yang dikirm dari Kabupaten Keerom untuk mengikuti Jambore Nasional Pramuka ke-IX tahun 2011 di Bumi Perkemahan Telukgelam, Sumatera Selatan.

Setelah menyelesaikan ujian pada 19 April 2012 kemarin, Monica dan teman-temanya baru akan kembali ke sekolah lagi pada 23 Mei 2012 mendatang. Dia memiliki waktu sebulan untuk membantu ibunya mencari uang. “Nanti mungkin bantu mama di sawit kah, ikut kegiatan Pramuka kah atau bantu-bantu di gereja. Pokoknya yang penting bisa kasih ringan mama pung beban dulu” pungkasnya. (01/AlDP)