Tak Ada Guru di Kibay, Tentara Pun Jadi

Tak Ada Guru di Kibay, Tentara Pun Jadi

Ilustrasi Tentara Mengajar

Keerom – Kondisi pendidikan di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, masih carut marut. Menggantikan guru, anggota Pos Kali Asin Satuan Tugas III Yonif 408/Suhbrastha mengajar anak membaca dan berhitung.

“Ada beberapa anak, harinya tidak tentu, biasa satu minggu dua kali,” kata Komandan Regu Pos Kali Asin Satgas III Yonif 408/Suhbrastha, Elsana Eka, kemarin.

Ia mengatakan, anggota TNI berkewajiban membantu kesulitan pendidikan di pedalaman. Meski harus mendampingi membaca, tugas pokok TNI menjaga kedaulatan negara tetap berada dipundak. “Kami datang dari Ambon, saya diberi tugas mengajar anak, ada dua anggota yang sebelumnya dilatih agar bisa mengajar, bagi saya, ini beban yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Elsana sudah dua bulan berada di Kibay. Metode mengajarnya tidak jauh berbeda dengan guru sipil. Ia menyampaikan materi, contoh soal sekaligus menuntun anak mengeja huruf. “Agar tidak bosan, saya memutar film, biar mereka nonton, atau bikin game, karena anak biasa cepat bosan, refresh materi itu penting,” ucapnya.

Anak-anak Kibay bukan tidak dapat mengeyam bangku sekolah. Mereka adalah murid di SD Satu Atap Kampung Yetty, Arso Timur. Penyebab para bocah ini enggan ke sekolah adalah jarak yang begitu jauh serta tiadanya transportasi mengantar mereka.

SD Negeri Kibay yang baru dibangun juga tidak banyak membantu. Sekolah tersebut tak mempunyai guru apalagi sarana belajar. SD Kibay hanya bangunan kosong tanpa aktivitas hampir tiga tahun. “Kami prihatin dengan kondisi ini. Seharusnya pemerintah peduli. Saya dengar, sudah ada kepala sekolahnya, tapi yang bersangkutan belum pernah datang,” kata Elsana.

Menurut dia, pendidikan tak bisa dinomorduakan. Jika tentara harus mengajar, ini merupakan pukulan telak bagi keseriusan pemerintah membangun Papua. “Saya datang dan lihat sendiri, ada anak kelas empat SD, tapi belum bisa membaca, kalau baca, masih harus eja satu demi satu, memang daya tangkap seseorang berbeda, ada pengaruh nutrisi juga,” katanya.

Selain mengajar, anggota TNI Kali Asin mendampingi warga bercocok tanam. Mereka membuka kebun latihan serta memberi pemahaman cara hidup sehat. “Mengajar dan pelatihan semuanya dilakukan di pos, mereka (anak) senang, orang tua juga mendukung, kita tidak digaji, ini semua adalah tugas TNI, tapi kami tidak bisa mengajar di sekolah, kecuali kalau ada ijin,” pungkasnya. (Tim/ALDP)

  • Kadet Manuah

    Salut sama pak komandan…yang punya jiwa kepemimpinan dan pengabdian yang tulus bagi negara dan bangsa.
    Maju terus, pantang mundur.