Berita

Supiori Kabupaten Berpenduduk 14 Ribu Jiwa

Sorendiweri – Sorendiweri adalah ibukota Kab Supiori pemekaran dari Kab Biak Numfor. Antara Biak dan Supiori dihubungkan dengan Selat Sorendiweri. Perjalanan dari Biak menuju Sorendiweri dapat ditempuh dengan 3 jalur. Jalur Biak Utara dengan jarak tempuh sekitar 90 kilometer atau sekitar  2-3 jam.

Sedangkan 2 lainnya lewat Biak Barat yakni  lewat Samber dengan jarak tempuh 80 km atau sekitar 2-2,5 jam dan lewat Boibaken dan Syabes berjarak 78 kilometer dengan waktu tempuh 2-2,5 jam.

Masyarakat lebih memilih menggunakan jalur Biak Timur karena kondisi jalannya yang lebih baik. Selain itu mereka merasa lebih aman daripada lewat Biak Barat yang dikenal sebagai ‘daerah rawan’ karena dianggap sebagai basis kelompok TPN/OPM.

Sepanjang bulan juni ini, masyarakat membatasi diri untuk masuk dan keluar dari Supiori akibat kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi. Jika ke kota mereka memilih berangkat masih siang atau bersama rombongan.

Di Sorendeweri tidak ada angkutan umum, hanya ojek di sekitar kantor bupati dan polres pada siang hari. Sebagian besar mobil berasal dari kota Biak milik pemda Supiori ataupun untuk mengangkut penumpang seperti minibus dan Toyota hilux.

Sewa kendaraan dari Biak menuju Sorendiweri  Rp.1,5 juta-2 juta tergantung kondisi jalan dan situasi keamanan pada periode waktu tertentu. Sedangkan untuk penumpang biasa dikenakan biaya Rp.25.000-Rp.30.000, ini belum termasuk ongkos barang yang dibawa dari Biak dan hanya sampai di sekitar ibukota Kab.

Kab yang dibentuk pada tahun 2004 ini berpenduduk 14 ribu jiwa memiliki 5 distrik : Supiori Utara, Supiori Barat, Supiori Timur, Supiori Selatan dan Kep Aruri. Penduduk terbanyak ada di distrik kepulauan Aruri, ada sekitar 4 ribu sedangkan distrik lainnya hanya sekitar 2 ribu.

Mata pencarian utama sebagai nelayan, mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari, dijual ke warung makan di sekitar Supiori atau dibawa ke Biak dengan menggunakan coldbox. Sekembali dari Biak para nelayan mengisi coldbox mereka dengan es batu untuk mengawetkan ikan di hari berikutnya. Ada juga yang bertani, ‘hutan pinang’ ada di mana-mana.

Di Sorendiweri ada beberapa toko kecil dan warung makan milik pendatang, pendatang lainnya bekerja sebagai pegawai pemda,petugas medis, guru,polisi dan tentara.

Sebagian besar pegawai pemda masih berdomisili di Kab Biak sehingga aktifitas pemda belum begitu lancar.Terlihat ada beberapa bangunan baru yang tidak berpenghuni dan tidak terurus seperti  kantor, pustu, pasar, terminal, rumah pegawai maupun stasiun relay televisi dan jaringan telepon yang sudah dipasang di Yendoker.

Jaringan listrik baru masuk di sekitar Sorendiweri dan beberapa kampung di dekatnya sedangkan kampung lainnya masih menggunakan listrik desa atau genset yang sangat bergantung pada bahan bakar minyak dan hanya menyala sekitar 6-8 jam/hari. Selebihnya masih menggunakan lampu pelita atau petromaks.

Bupati pertama Supiori mengakhiri tugasnya dengan tersangkut kasus dugaan korupsi dana APBD tahun 2006-2008 sebesar 36,58 milyar hingga diputus 3 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor pada 11 Maret 2010.

Kini Bupati kedua, Fredrik Manufandu SH MM baru memimpin kurang lebih setahun(2011). Tiang-tiang listrik mulai dipasang menuju kampung-kampung. Pegawai pemda diminta untuk lebih rajin masuk kantor dan menetap di Supiori dan jalan-jalan diperbaiki.

Masyarakat berharap kepemimpinan Fredrik Manufandu SH MM menjadi lebih baik  dan jujur terutama aparat pemda agar lebih bertanggungjawab untuk membangun Supiori.(Tim/AlDP).

  • Ronald.ayomi/rumbrawer/korwa

    Kabupaten supiory___ is the best.
    Maju terus……….