Suasana Haru, Saat  Areki Ditanya Oleh majelis Hakim

Suasana Haru, Saat Areki Ditanya Oleh majelis Hakim

Wamena – Areki Wanimbo, kepala suku besar Lanny Jaya yang ditangkap bersama 2 jurnalis asing asal Perancis, dituduh melakukan makar dan permufakatan jahat.
Areki dikenakan pasal berlapis, 3 barang bukti yakni Buku catatan, Surat permintaan sumbangan dan handphone dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memperkuat dakwaannya.

Saat dirinya diperiksa, Wanimbo dengan tenang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh JPU, majelis hakim maupun Penasehat hukumnya.

“Kamu sebenarnya ketua dewan Adat atau kepala suku?” tanya hakim ketua

“Kepala suku,” jawab Wanimbo

“Kedatangan jurnalis, Aki Logo dan Domi Sorabut ke rumah kamu karena kamu kepala suku atau ketua Dewan adat?”

Wanimbo tetap pada jawabannya,”kepala suku”

Dirinya juga menegaskan bahwa tidak pernah dilantik atau dikukuhkan sebagai ketua Dewan Adat Lanny Jaya.
Saat JPU menyebut nama-nama seperti Otto Wanimbo, Yusman Wanimbo dan Tertius Wenda, dan menanyakan apakah Wanimbo kenal pada mereka, Wanimbo mengatakan tidak kenal.

JPU kemudian menyebut lagi nama-nama Pengacara HAM international seperti Melinda Jankie dan beberapa nama lainnya, Wanimbo mengatakan tidak tahu siapa mereka.
Saat hakim ketua menanyakan, apakah terdakwa bersama tamu-tamunya membicarakan soal makar. Tidak, jawaban dari Wanimbo.

“Bicara mengenai amunisi?

“Tidak, Yang Mulia…”

“Bicara mengenai senjata?”

“Tidak yang mulia,” jawab Wanimbo dengan suara parau menahan tangis.

Majelis sempat terdiam dan menanyakan apakah sidang dapat dilanjutkan, Wanimbo mengangguk.

“Bicara mengenai uang untuk beli senjata?”

“Tidak yang mulia…”Wanimbo memberikan jawaban singkat sambil tetap menyilangkan telapak tangan di dadanya.

Terdakwa juga mengatakan tidak mengetahui siapa yang menulis di buku itu dan apa maksud dari isi buku itu.

Sidang Areki Wanimbo kemudian ditunda untuk mendengar pembacaan tuntutan dari jaksa Penuntut Umum tanggal 15 April 2015.(Tim/AlDP).