Berita

Sosialisasi Bahaya HIV dan AIDS Bersama dr. Agnella Cingwaro

Keerom-Pada sabtu 19 Mei 2012, balai posyandu Kampung Arso Kota lebih ramai dari biasanya. Satu persatu warga kampung datang dan mendengarkan penjelasan dr. Agnella Cingwaro, dokter asal Bosnawa Afrika yang dengan penuh semangat menjelaskan tentang bahaya HIV dan AIDS.

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi HIV dan AIDS umumnya, pada kegiatan ini dr. Agnella tidak menggunakan slide atau gambar-gambar tetapi sepenuhnya berdialog dengan warga. Banyak hal menarik dari cara dokter ini melakukan sosialisasi, misalkan penggunaan kata “terkena HIV” dan “perilaku seks yang tidak sehat”.

Menurutnya penggunaan kalimat-kalimat itu merupakan bentuk diskriminasi sehingga banyak warga yang selama ini menjadi takut untuk memeriksanakan diri. Maka dia pun menyarankan untuk terbiasa menggunakan kata “terinfeksi HIV” dan “seks” saja, bukan “seks yang tidak sehat”. Ketika dialog ada warga yang menyebutkan kalimat-kalimat itu, dokter dengan bahasa Indonesia yang sudah cukup lancar ini tidak segan langsung menegur.

Hal lain yang menarik adalah ketika ada warga yang menyalahkan pekerja seks yang banyak datang ke Papua. Dokter pun menggunakan ilustrasi “Penjual dan Pembeli”. Menurutnya selama ini tidak ada pekerja seks yang “menjual” dari rumah ke rumah, tetapi wargalah yang mencari mereka. Maka jika warga ingin terbebas dari HIV dan AIDS serta infeksi menular seksual lainnya, warga tidak perlu pergi ke tempat-tempat seperti itu.

Kebiasaan konsumsi minuman keras juga menjadi point tersendiri dalam acara sosialisasi ini. Dia menekankan bahwa konsumsi minuman keras juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran HIV. “Dalam keadaan mabuk. kalau dia laki-laki, dia melihat semua perempuan cantik, semua perempuan sehat. Itu cela paling besar untuk masuknya HIV” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, dr. Agnella juga memberikan penjelasan tentang cara menggunakan kondom. Sebelumnya dia meminta ijin kepada masyarakat untuk memberikan penjelasan dengan menggunakan kondom pria dan wanita yang sudah disiapkannya untuk kegiatan sosialisasi ini. Karena banyaknya anak-anak yang hadir, dokter pun menggunakan kalimat-kalimat kiasan yang tidak vulgar tetapi bisa dimengerti oleh warga. Warga pun memperhatikannya dengan serius.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan Voluntary Councelling and Testing(VCT). Warga yang ikut VCT dengan setia menunggu hasil pemeriksaan. Hal yang juga tak kalah menarik adalah saat membacakan hasil pemeriksaan. Warga dipanggil secara berkelompok, sekitar 5 sampai 6 orang ke dalam ruangan. Lalu dalam kelompok mereka ditanya tentang perasaan mereka bagaimana jika ada di antara mereka yang terinfeksi  dan apa yang akan dilakukan. Setelah itu baru membuka hasil masing-masing secara bersamaan. Menurut dokter, cara ini dilakukan agar masyarakat tidak merasa sendiri. Jika ada yang terinfeksi, teman-teman yang lain bisa tahun dan bisa ikut mendukung dan mendorongnya untuk melakukan pengobatan.

Saat ini dr. Agnella Cigwaro giat menolong saudara-saudara yang terinfeksi HIV dan AIDS bersama timnya di Klinik Wali Hole Sentani. Mereka berkeliling Papua untuk melakukan sosialisasi dan VCT. Ketika menemukan ada yang terinfeksi, mereka pun langsung membawanya ke klinik Wali Hole untuk kemudian diobati.(01/AlDP)