Berita

Sorong Tak Punya Wilayah Serapan Air

Kawasan Tembok di Kota Sorong

Sorong–Koordinator Humas dan Penjangkauan Conservation International (CI) Indonesia, Abraham Goram Gaman mengatakan, Kota Sorong tak memiliki daerah serapan air yang berguna mengantisipasi datangnya banjir. Bila hujan tiba, sebagian Kota Sorong digenangi air setinggi betis orang dewasa.

“Sorong kurang memiliki daerah seperti itu, kita lihat saja kalau hujan, semua jalan tergenang, air tidak terserap ke dalam tanah dengan baik,” kata Goram, kemarin.

Ia mengatakan, dampak dari tiadanya kawasan serapan, air membawa sampah dan membukit dibeberapa titik dalam kota. Kondisi ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit. “Ada juga beberapa wilayah yang dulunya sangat bagus, sekarang berubah karena adanya sampah,” ucapnya.

Untuk mengatasi sampah, CI menggagas sebuah kompetisi sepak bola yang dinamakan Liga Konservasi. Peserta liga sebanyak 33 orang. Digelar nanti pada tanggal 5 Juni 2012 dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ide ini pertama dilakukan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat di Sorong yang bertujuan menyelamatkan lingkungan rusak akibat sampah. “Untuk penyelamatan bumi, kita harus melakukan hal-hal yang kecil terlebih dahulu, salah satunya adalah bagaimana menjaga agar sampah tidak dibuang sembarang tempat,” kata Goram.

Menurutnya, tidak banyak orang akan mengerti dengan pesan ‘jangan membuang sampah’ melalui poster atau iklan. Namun dengan tindakan nyata, menghadirkan manusia dalam jumlah banyak lewat sepak bola, pesan yang diberikan akan mudah sampai. “Dan itulah mengapa Sorong membutuhkan banyak ide kreatif untuk membersihkan sampah dan menjadikan kota lebih indah.”

Program CI ‘membersihkan Sorong’ mendapat apresiasi yang luar biasa. “Kita hanya menginginkan agar warga kota ikut terlibat menjaga lingkungan, dulu beberapa tempat bersih dan bagus karena tidak ada sampah, tapi sekarang, semua berubah,” ucapnya.

CI berpusat di Washington, D.C., Amerika Serikat. Organisasi ini berusaha melindungi “titik-titik api” keanekaragaman hayati bumi, yaitu daerah-daerah yang masih liar, mengandung keanekaragaman sangat kaya, serta daerah-daerah perairan laut yang penting di seluruh dunia.

Kelompok ini juga terkenal karena kemitraannya dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat setempat serta warga pribumi.

CI didirikan pada 1987 dan kini mempunyai staf yang jumlahnya lebih dari 900 orang. Kegiatannya dilangsungkan di lebih dari 40 negara, terutama di negara-negara berkembang di Afrika, di Tepian Pasifik (Pacific Rim) dan hutan-hutan tropis di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. (02/AlDP)