SMP Wan ‘Pecat’ Belasan Siswa di Ujian Nasional

SMP Wan ‘Pecat’ Belasan Siswa di Ujian Nasional

Merauke–SMP Negeri Wan, Distrik Wan, Kabupaten Merauke ‘memecat’ belasan siswanya saat mengikuti Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama 23-26 April lalu.

Di Papua, sebanyak 27.776 pelajar SMP dan sederajat mengikuti UN di 29 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, pelajar SMP/sederajat terbanyak di Kota Jayapura mencapai 4.146 orang, menyusul Kabupaten Merauke 2.942, Biak Numfor 2.415 siswa, Kabupaten Jayapura 2.308 dan Mimika 2.160 orang. “Iya ada belasan siswa yang dikeluarkan, alasannya karena sudah melewati usia belajar sekolah menengah pertama, yang mengusulkan dikeluarkan itu dari dinas pendidikan di propinsi,” kata Moses Kaibu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Merauke, Selasa.

Ia mengatakan, alasan dikeluarkan tidak masuk akal. “Tidak ada aturan yang mengatur berapa umur seorang harus masuk SMP atau SMA, memangnya kalau umurnya sudah dua puluh, tidak boleh masuk SMP, ini namanya pelarangan terhadap hak belajar warga,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah seharusnya menaruh perhatian lebih bagi pelajar daerah pedalaman yang usianya telah menginjak remaja. “Harus dimaklumi, bisa saja ada siswa yang sudah remaja tapi masih di SMP, selayaknya pemerintah mendorong agar cepat melanjutkan ke pendidikan berikut, bukan malah mengusulkan agar dikeluarkan,” ucapnya.

Belasan siswa SMP Wan kini tak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan atas. Beberapa kembali ke rumah dan membantu orang tua. “Kita sementara ada dorong supaya mereka bisa mengikuti ujian susulan, kalau tidak bisa, ada peluang di tahun depan,” katanya lagi.

Ia prihatin atas nasib pelajar Wan yang tak bisa mengikuti UN. “Ada apa sampai mereka dikeluarkan, kalau benar mereka tidak mengikuti proses belajar mengajar selama ini, mungkin itu bisa, tapi kalau semua aktif tanpa bolos, seharusnya menjadi pertimbangan sekolah.”

Moses juga mempertanyakan tindakan mengeluarkan siswa terjadi saat pemerintah sementara menggenjot wajib belajar dan menuntaskan buta aksara di Papua. “Ini sama saja dengan kita yang membodohi masyarakat, kalau ada niat baik untuk memajukan anak, ya biar dulu dia ikut ujian, toh selama ini mereka semua aktif belajar,” pungkasnya.

Belasan siswa SMP Wan mengikuti UN pada pekan lalu. Sekolah ini beruntung menyelenggarakan UN dibanding beberapa sekolah lain di Kimaam yang harus menunggu di tahun depan. Distrik Wan sendiri terletak jauh terpencil di Pulau Kimaam, Merauke. (02/AlDP)