Sidang Perdana Kasus Aimas Digelar di Pengadilan Sorong
Suasana Persidangan Kasus Aimas di Pengadilan Sorong

Sidang Perdana Kasus Aimas Digelar di Pengadilan Sorong

Suasana Persidangan Kasus Aimas di Pengadilan Sorong

Sorong– Sidang perdana kasus Aimas akhirnya digelar pada tanggal 19 Agustus 2013 di Pengadilan Negeri Sorong dengan  menghadirkan 7 (Tujuh) orang terdakwa yakni Isak Kalaibin, Obaja Kemesrar, Klemen Kodimko , Obeth Kremadi alias Obeth Kemesrar, Antonius Saruf, Hengky Manganis dan Yordan Magablo.

Sidang dimulai pada pukul 10.20 waktu Papua, kala itu berkas dari Isak Kalaibin yang didahulukan kemudian bergilir hingga berkas Yordan Magablo. Hanya ada 1 majelis hakim untuk keseluruhan berkas yang diketuai oleh Christian Kolibu Sh.MH.

Oleh Jaksa Penuntun Umum(JPU) yakni Syahrul Anwar SH, ketujuh terdakwa dibagi menjadi 7 berkas sehingga ada 7 berkas Surat Dakwaan yang dibacakan hingga sidang berakhir pada pukul 11.55 waktu Papua.

Isak dkk didakwa melakukan permufakatan jahat dan makar sebagaimana tertuang dalam pasal 110 KUHP jo pasal 106 KUHP. Selain itu Isak Kalaibin juga dikenakan UU Darurat  RI Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Menurut Anum Siregar Driektur AlDP yang juga salah satu kuasa hukum 7 (tujuh) orang terdakwa mengatakan penanganan kasus Aimas merupakan penanganan kolektif  karena terdiri dari lawyer yang tergabung dalam koalisi kasus Aimas diantaranya Yan Christian Warinussy, Robert Korwa, Frida Klasin , Jimmy Ell dan lain-lain.

“Untuk penanganan kasus ini tidak dilakukan eksepsi dan  langsung  masuk ke pembuktikan atau pokok perkara dan sidang ditunda pada hari senin  tanggal 26 Agustus 2013 dengan agenda pemeriksaan saksi,” Ungkap Anum Siregar saat di hubungi AlDP online  via selular (19/08).

Lebih lanjut Anum menjelaskan bahwa persidangan berjalan lancar meskipun penjagaan yang begitu ketat dari sejumlah aparat kepolisian dari Polres Sorong di mana masyarakat yang ingin masuk, dilakukan pemeriksaan secara ketat.

“Kita semua berharap agar persidangan ini mulai dari awal sampai dengan putusan nanti bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan apa pun”. Ujar Anum Siregar dengan nada optimis..

Sebagaimana diinformasikan, Isak Kalaibin dan kawan-kawan didakwa melakukan makar menjelang peringatan Hari Integrasi Papua 1 Mei 2013. Selain aparat keamanan mengamankan Isak dkk, peristiwa tersebut menewaskan dua warga sipil  yakni Abner Malagawak, 22 tahun dan Thomas Blesia, 28 tahun serta beberapa warga sipil mengalami luka-luka.
(Tim/AlDP)