Siaran Pers: ‘Pemerintah Tidak Berdaya dan Aksi Kekerasan Berlanjut’

Aliansi Demokrasi Untuk Papua (ALDP) menyatakan prihatin yang mendalam atas sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di tanah Papua sehingga telah menyebabkan  meningkatnya situasi kehidupan warga sipil yang semakin tidak aman di Tanah Papua.

Tidak ada lagi tempat yang aman, aksi kekerasan dapat terjadi di mana saja, di tempat umum, di keramaian dan kapan saja. Aksi kekerasan yang terjadi secara sporadic menunjukkan tidak ada satu tempatpun yang aman lagi di Papua. Setiap kali warga dikejutkan dengan berita mengenai penembakan dan sejumlah aksi kekerasan lainnya melalui pesan singkat,   suara sirine ambulance, truk polisi dan TNI, suara pesawat dan helikopter,  juga tank dan baracuda yang menerobos di jalan-jalan utama.
Setiap orang pun mencari tempat yang aman, jalanan menjadi macet dan sepi dengan tiba-tiba, orang berlarian, toko-toko ditutup, sekolah diliburkan, transportasi umum terhenti. Aksi kekerasan telah menebarkan teror  bagi setiap orang.

Aksi ini telah menurunkan derajat kemanusiaan karena orang dengan mudah dapat  saling melukai atau membunuh kemudian menganggap apa yang dilakukan dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Siapa saja, warga negara manapun, bisa dikorbankan untuk menunjukkan kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki. Akibatnya saling dendam, curiga dan menyimpan amarah.
Meskipun aksi kekerasan terjadi pada waktu dan lokasi yang saling berdekatan, tidaklah dengan mudah dapat diungkapkan sebab malah memunculkan lebih banyak spekulasi, tuduhan dan saling menyalahkan. Kadang sulit membuat orang  menggunakan akal sehat dan saling mempercayai lagi satu sama lain.
Hingga kini pihak keamanan belum mampu mengungkapkan pelaku dan latar belakang dari sejumlah peristiwa yang terjadi. Berbagai tim dibentuk, kekuatan maksimal dikerahkan dan alat paling canggih dipraktekan namun seperti paradoks sebab biasanya peristiwa tersebut lebih sering ‘selesai’ dengan sendirinya karena tertutup oleh peristiwa lainnya.

Situasi ini telah membatasi, menghambat dan mengancam hak setiap orang untuk dapat beraktifitas dengan aman dan tanpa rasa takut apalagi membangun komunitas sipil yang kuat. Setiap orang tidak lagi dengan mudah dapat beraktifitas lebih fokus dan maksimal. Mempengaruhi system, mekanisme, pola hubungan dan perilaku di antara berbagai institusi dan perorangan.

Sebagai bagian dari komunitas warga sipil, kami berharap :
1.    Pihak keamanan khususnya pihak kepolisian dapat mengungkapkan berbagai aksi kekerasan yang terjadi, memprosesnya secara hukum dan dapat mencegah kembalinya aksi kekerasan lainnya baik sebagai peristiwa tersendiri maupun peristiwa yang berlanjut dari peristiwa sebelumnya.
2.    Jajaran pemerintahan sipil di Provinsi dan kabupaten, MRP, DPRP dan DPRD mengambil inisiatif untuk melakukan komunikasi dengan pihak keamanan guna memastikan masih adanya jaminan keamanan bagi siapa saja di Papua.
3.    Bahwa sebagai warga sipil kami tetap mendukung penyelesaian masalah tanpa kekerasan dengan menjunjung tinggi hak setiap orang untuk hidup aman dan bebas dari rasa takut.

Jayapura 5 Juni 2012
Latifah Anum Siregar
Direktur