Separuh ODHA di Yapen Sudah Meninggal
Puskesmas di Manokwari

Separuh ODHA di Yapen Sudah Meninggal

Ilustrasi

Yapen- “Selama satu dasawarsa dari tahun 2001-2011 penderita HIV-AIDS di Yapen sudah berjumlah 225 orang,” demikian dikatakan Drs. Max Karubaba,MM ketua Harian KPAD Kepulauan Yapen saat ditemui AlDP Online. Data KPAD Kepulauan yapen menyebutkan presentase ODHA per jumlah penduduk Yapen adalah 0,27%.(25/05/2012).

Sumber penularan terbanyak didapat dari hubungan seks sebanyak 217 kasus (96,44%) dan penularan dari ibu kepada bayi 8 kasus (3,56%). Sementara menurut jenis kelamin laki-laki sebanyak 94 kasus (41,78%) dan perempuan 131 kasus (58,22%).

Dari 225 kasus tersebut penyebaran tertinggi terjadi pada usia produktif yaitu 15-49 tahun, sebanyak 207 kasus atau 92%, terdiri dari :

  • Kelompok usia 15-29 : 107 kasus (47,56%)
  • Kelompok usia 30-39 : 72 kasus (33%)
  • Kelompok usia 40-49 : 28 kasus (12,44%)

Sementara jumlah kasus pada lansia (usia  50->60 tahun) sebanyak 10 kasus atau 4,44%.

Namun yang memprihatinkan bahwa kasus pada perempuan terbanyak terdapat pada ibu rumah tangga yaitu sebanyak 74 kasus atau 56,5%. “Kita masih belum mengetahui secara pasti, tapi diduga para IRT mendapatkan penularan penyakit ini dari para suami,” kata pria asal Ambai ini.

Sedangkan menurut status pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) tertinggi sebanyak 74 kasus diikuti oleh penderita yang tidak jelas pekerjaannya/tidak diketahui sebanyak 53 orang. Sementara PNS diurutan berikut dengan 28 orang dan swasta 23 orang. Sementara untuk TNI/Polri sebanyak 4 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Yapen, Maria Tanawani dari 225 penderita tersebut yang sudah meninggal ada 113 orang. Ini berarti 50% dari penderita di Yapen sudah meninggal dunia.  “Ini mencemaskan kita semua  karena itu semua elemen masyarakat sudah waktunya bekerjasama untuk menanggulangi penyebaran penyakit ini secara bersama-sama,” Ujarnya.

Katanya,jangan hanya mengatakan bahwa pemberantasan HIV Aids menjadi tanggung jawab KPAD atau Dinas Kesehatan saja,”  Karena ini penyakit perilaku sehingga semua pihak berperan yang sama dan terutama kepada keluarga,” tambahnya. (04/AlDP)