Seluruh Proses Hukum Kanius Murib Dihentikan

Seluruh Proses Hukum Kanius Murib Dihentikan

Wamena – Pelaksana Harian Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Wamena, Daniel Rumsowek memastikan meninggalnya Kanius Murib, terpidana 20 tahun kasus penyerangan Kodim Wamena tahun 2003, disebabkan karena sakit.

Terakhir kali Kanius berobat tanggal 29 November 2011. Dibawa oleh petugas LP Wamena. Sehari setelah itu pihak keluarga meminta agar mereka yang merawat Kanius Murib. “Sejak itu ia di rumah dan diurus keluarga,” jelas Daniel Rumsowek, Kamis (27/12/2012).

Daniel mengatakan, pihak LP terakhir kali memiliki rekam medis Kanius Murib pada tanggal 29 November 2012. Setelah Kanius dibawa pulang keluarga, pihak LP tidak pernah mendapatkan informasi atau diberikan rekam medis oleh pihak keluarga.

“Keluarga meminta untuk dirawat, mungkin mereka lebih memilih secara adat sehingga kami tidak diberikan rekam medis tapi kami memantau setiap dua minggu, kondisinya memang sakit-sakitan,” jelasnya lagi.

Setelah mendengar kematian Kanius Murib 11 Desember 2012, pihak LP langsung membuat Berita Acara Serah Terima jenazah serta barang-barang milik almarhum. Meskipun faktanya, secara phisik Kanius berada di keluarga dan barang-barang miliknya sudah diserahkan sejak tanggal 30 November 2011.

“Pihak keluarga yang mendampingi sehingga mereka lebih memahami, tolong jangan ada isu macam-macam mengenai kematiannya, Kanius meninggal karena sakit,” ucapnya.

Beberapa hari setelah kematian Kanius, pihak LP didatangi oleh keluarga. Menurutnya ada semacam kekhawatiran, apakah setelah Kanius meninggal harus digantikan oleh keluarga lainnya menjalani hukuman.

“Saya sampaikan tentu saja tidak, Kanius meninggal, ya sudah tidak ada kewajiban atau hubungan hukum dengannya dan pihak keluarganya,” terang Kalapas yang baru saja dilantik pada bulan lalu itu.

Kanius Murib salah seorang terpidana kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003. Ia ditahan sejak 17 April 2003. Pengadilan Negeri Wamena memutuskan hukuman seumur hidup. Pada April tahun 2008, pihak LP Wamena mengajukan permohonan perubahan hukuman dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara dan dikabulkan.

Pada 24 Maret 2010, pihak LP Wamena mengajukan permohonan Grasi, namun tidak dikabulkan hingga Kanius meninggal dunia. (Tim/AlDP)