Selistinus Waibro: “Kami Tidak Akan Bosan Mengingatkan Pemerintah”

Selistinus Waibro: “Kami Tidak Akan Bosan Mengingatkan Pemerintah”

Ondoafi Nembukrang Selistinus Waibro

Jayapura – Ondoafi Nembukrang Selistinus Waibro kembali mengingatkan kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tanah transmigrasi yang sudah puluhan tahun dipakai untuk pemukiman dan ladang warga transmigrasi. Hal tersebut diungkapkan kepada AIDP Online saat ditemui di Balai Adatnya pekan lalu.

Menurutnya bahwa sejak tanah adat diserahkan kepada pemerintah untuk dijadikan pemukiman dan ladang bertani bagi warga transmigrasi belum ada ganti rugi yang sesuai dengan harga yang selayaknya.

“Kami tidak akan pernah bosan untuk tetap mengingatkan pemerintah, menuntut hak-hak adat,” tegas Selistinus Waibro. Ondoafi Nembukrang juga sudah memberikan ‘instruksi’ kepada warga pemilik tanah adat untuk tetap selalu menyuarakan hak mereka kepada pemerintah, “tetapi harus dengan cara yang baik,” katanya.

Sebagian warga trans di Nimbokrang sejak tahun 1995 sudah tidak lagi mengelola lahan untuk berkebun sebab masyarakat adat setempat sudah menarik tanah adat menjadi hak adat kembali. Dahulunya lahan tersebut banyak ditanami sayur dan buah-buahan tapi sekarang banyak lahan yang sudah ditumbuhi tanaman liar seperti ilalang.

Warga selama ini selalu mengalami kesulitan untuk mengembangkan pertaniannya. “Tidak ada lahan yang bisa dipakai untuk menanam lebih banyak, sangat terbatas,” terang Basuki warga Benyom Jaya 1. Masyarakat berkebun di sekitar pekarangan rumah masing-masing.

Menurut Basuki setelah ladang yang dimanfaatkan warga untuk bertani ditarik oleh pemilik hak ulayat, maka sebagian besar warga transmigrasi mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagian masyarakat mencari pekerjaan ke kota dan berdagang. Ada juga yang bekerja di perusahaan pengelola kayu, sopir taksi angkutan pedesaan dan sopir truk.

Walaupun lahan masih bermasalah tetapi warga pemilik tanah adat dan warga transmigrasi saling menjaga hubungan baik. Masing-masing saling memahami dengan baik pokok persoalan yang ada. “ Kami hanya berharap pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini yang sudah bertahun-tahun tidak selesai,” harap Basuki. (Tim/ALDP).