Seleksi Bintara Polri Tidak Memihak Anak Papua

Seleksi Bintara Polri Tidak Memihak Anak Papua

Casis Bintara Polri yang tidak Lulus selesksi dan Orang Tua

Jayapura – Sekitar 60an pemuda Papua yang dinyatakan tidak lulus mengikuti seleksi Bintara di Polda Papua tahun 2012 mendatangi ruang Komisi A DPRP.(30/07/2012).

Ketua Komisi A Ruben Magai S.IP langsung memimpin pertemuan didampingi Wakil ketua Komisi , Paulus Sumino anggota DPD Provinsi Papua serta anggota Komisi A lainnya. Kedatangan mereka untuk menyampaikan keberatan atas proses seleksi yang dirasakan tidak memihak kepada orang asli Papua.

“Kami datang untuk menyampaikan keluhan sebab dari 638 yang dinyatakan lulus hanya ada sekitar 90 anak asli Papua,” Ujar Marthen Bukopioper S.Sos sebagai perwakilan dari orang tua anak-anak Papua yang dinyatakan tidak lulus seleksi tersebut.

Seorang ibu yang mewakili orang tua dari anak-anak Kamoro mengatakan, ”Dari 14 anak Kamoro hanya 3 yang dinyatakan lulus. Ada satu anak yang sudah diminta duit sebesar 15 juta malah tidak diluluskan, “ Ujarnya sambil menunjuk seorang anak yang duduk terdiam.

“ Mereka minta 30 juta, uang kami dari mana? Kami semua petani. Kami  tidak pernah merasakan Otsus jadi tolong berikan anak-anak kami kesempatan sebagai bagian dari otsus di Papua, “katanya lagi.

Amarah para orang tua muncul dalam berbagai pernyataan seperti “Kalau mereka angkat bendera jangan disalahkan, masuk hutan saja, kalau tidak mau urus biar kasih kami merdeka, nanti alasannya politik lagi”.

Dari informasi yang berkembang selain alasan akademik, sebagian anak dinyatakan tidak lulus karena usia mereka sudah lewat, usia yang ditetapkan maksimal 21 tahun.(Tim/AlDP).