Berita

Kampanye “Selamatkan Manusia dan Hutan Papua” Dipertanyakan

Mujianto

Manokwari – Mujianto, Direktur Pengembangan Masyarakat dan Konservasi Sumber Daya Alam (Perdu) di Manokwari, Papua Barat mengatakan, perlu sebuah rizet mendalam terkait kampanye Selamatkan Manusia dan Hutan Papua (SMHP).

“Apa benar hutan Papua dan manusianya perlu diselamatkan, kalau benar, seberapa luas hutan yang rusak, apa indikatornya, dimana kerusakan itu, ini harus jelas dulu, nah untuk itu, perlu sebuah rizet agar kita mampu menjawab apa sesungguhnya yang ingin kita kampanyekan,” kata Mujianto di Manokwari, Kamis.

Menurut dia, selama ini pihak non pemerintah di Papua memperoleh data kurang lengkap mendukung kampanye tersebut. “Hanya spot-spot saja, kemudian, data tersebut diolah dan dipublikasikan, tapi sampai sejauh mana data tersebut, saya kira belum teruji,” ujarnya.

Ia mengatakan, selayaknya disusun parameter atas kerusakan hutan di Papua. Kerusakan seperti apa yang harus dikampanyekan. Jika kerusakan tersebut merupakan perbuatan legal yang didukung dengan aturan, apa harus ditentang.

“Kerusakan hutan itu ada secara alamiah dan disengaja. Disengaja ini dibagi lagi ke dalam beberapa, perambahan illegal, dan secara legal demi pembangunan, kalau rusak, apa ancamannya? Seberapa hutan itu terancam, dan banyak pertanyaan lagi,” katanya.

Mujianto berpendapat, rizet dibutuhkan sebagai alat ukur untuk melihat laju kerusakan hutan terjadi atau tidak. “Kalau sudah ada rizet soal ini, penting pula diperbaharui lagi, ini semua agar kampanye dapat berlangsung efektif dan kita bisa lihat hasilnya,” pungkasnya. (tim/Manokwari)