Selamat Jalan Kanius Murib

Wamena – Kanius Murib, terpidana 20 tahun kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003, tutup usia tanggal 10 Desember 2012 di Desa Hokilik, Wamena.

Sejak November 2011 Kanius meninggalkan LP Wamena, dibawa ke rumah anak perempuannya di daerah Sinakma. Meski dalam surat yang dikeluarkan oleh LP menjelaskan bahwa Kanius akan menjalani pengobatan di rumah sakit namun pihak keluarga meminta diijinkan untuk dirawat di rumah.

“Saya harap jangan ada informasi yang keliru apalagi mengatakan bahwa LP telah menelantarkan Kanius sebab keluarga yang meminta untuk merawat Kanius. Ini jalan terbaik agar selalu dekat dengan keluarga sebab di LP tidak setiap saat didampingi keluarga padahal dia membutuhkan itu,” ujar kalapas Klas II B Wamena saat ditemui AlDP pada Agustus 2012.

Markus Lanni salah seorang petugas LP Wamena yang juga kerabat Kanius mengatakan akan turut menjamin agar Kanius bisa menjalani pengobatan sesuai dengan harapan keluarga dan pihak LP juga telah mengambil kebijaksanaan yang baik.

Yuspina Matuan, kerabat Kanius mengatakan, permintaan keluarga agar Kanius dirawat di rumah karena belasan kali Kanius dibawa keluar LP untuk berobat namun tidak sembuh-sembuh malah fisiknya sempat drop. “Dia butuh dekat keluarga,” jelasnya saat ditemui AlDP, Agustus 2012.

Sebagian keluarganya percaya bahwa Kanius mengalami penyakit adat dan harus disembuhkan secara adat. “Tapi juga karena dia sudah tua,” ujar Yuspina lagi.

Akibat usia yang sudah tua dan penyakit asam urat yang dideritanya, Kanius praktis tidak mampu berjalan. Kakinya mengalami pembengkakan, sewaktu-waktu turun kemudian bengkak kembali. Dia lebih banyak berdiam di dalam Honai (rumah adat) dan apabila hari cerah dia pun duduk di tumpukan batu kecil depan honai, berjarak tak lebih 5 meter. Kanius sudah pikun, berjemur dengan wajah tanpa ekspresi.

Kaniuspun menghembuskan nafas terakhir di tanggal 10 Desember 2012. Selamat  jalan Kanius Murib, semoga beristirahat dengan tenang. (Tim/AlDP)