Selain Tuduhan Makar, Terdakwa Kasus Sasawa Dituduh Melakukan Pemberontakan

IMG_2159Sorong-Sidang makar peristiwa di Kampung Sasawa distrik Yapen Barat Kabupaten Kepulauan Yapen 1 Pebruari 2014, mulai digelar di Pengadilan Negeri Klas I B Sorong.(26/08/2014).

Ke tujuh terdakwa yakni Salmon Windesi, Peneas Reri, Cornelius Woniana, Obeth Kayoi, Rudi Otis Barangkea, Jimmy Yermias Kapanai dan Septinus Worarai dituduh melakukan Makar dan memiliki senjata tajam oleh karena itu dikenakan pasal 106 KUHP dan Uu Nomor 12 tahun 1951 mengenai Kepemilikan Senjata Tajam.

Mereka tidak saja dituduh melakukan makar(aanslag) akan tetapi juga terkait dengan dugaan dilakukan kegiatan TPN/OPM di wilayah tersebut maka mereka dikenakan juga Pasal 108 KUHP terkait dengan Pemberontakan(opstand).

Awalnya di tingkat Penyidik, berkas mereka dipisah dan tidak semua dikenakan Pasal senjata tajam namun di tingkat Penuntut Umum, Jaksa mengubah dan menggabungkan ketujuh terdakwa dengan satu berkas saja. Surat Dakwaan setebal 43 halaman yang disusun secara alternative itu, menjerat mereka dengan 3 dakwaan.

Majelis Hakim terdiri dari Rahmat Selang SH sebagai hakim ketua dan Yajid SH serta Dedy Thusmanhady SH sebagai hakim anggota. Sedangkan dari pihak JPU, hadir Misel SH dari Kejaksaan Negeri Sorong. Selain itu Terdakwa didampingi Tim Penasehat Hukum dari AlDP, yakni Anum Siregar SH dan Cory Silpa SH.

Tim Penasehat hukum tidak mengajukan Eksepsi oleh karena itu sidang langsung masuk pada proses Pembuktian.

“Kita jadwalkan sidang akan dilakukan setiap senin dan kamis, kita masuk agenda pemeriksaan saksi pada hari senin tanggal 1 September 2014, ” Ujar Rahmat Selang SH selaku hakim ketua sambil menutup sidang.(Tim/AlDP).