Terpidana Peristiwa Aimas Menunggu Waktu Pembebasan Mereka

Terpidana Peristiwa Aimas Menunggu Waktu Pembebasan Mereka

Sorong-Ada yang menarik saat Anum Siregar SH dan Frida Kelasin SH mengunjungi LP Sorong, selain bertemu dengan Salmon Windesi dkk Tersangka pada peristiwa Sasawa 1 Pebruari 2014, mereka juga bertemu dengan Isak Kalaibin dkk.

“Bagaimana? Sepertinya semua sehat dan semangat,” tegur Anum Siregar.(03/06/2014)

“Kami semua sehat dan teman-teman sudah mau bebas duluan jadi mereka senang,” jawab Isak Kalaibin datang menghampiri kemudian disusul oleh terpidana lainnya pada perkara yang sama.

Anthon Saruf yang terhitung paling pendiam dan beberapa kali sempat shok dan pingsan saat menjalani pemeriksaan di kepolisian dulu, bahkan tidak berhenti menyalami penasehatnya dan tersenyum.

“Kami bebas tanggal 1 November 2014,” tinggal tunggu hari saja,” katanya kembali tersenyum.

Isak Kalaibin yang mendapat vonis paling berat yakni 3,5 tahun penjara menyatakan bahwa kondisi di LP Sorong cukup baik hanya saja karena tidak ada dokter di Polik LP Sorong sehingga dari segi kesehatan seringkali mereka tidak dilayani dengan baik.

Pernyataannya kemudian dibenarkan oleh Klemen Kodimko, narapidana yang tertua di antara mereka.

Klemen menceritakan soal penyakit mata yang dialaminya atau penyakit yang dialami Obeth Kremadi.

“Mereka(petugas) hanya kasih obat kalau kami lapor sakit, terus lapor lagi dikasih obat lagi, itu saja,obatnya sama, kami tidak diperiksa dokter,” kata Klemen.

Isak melanjutkan, “Jadi kalau ada yang sakit, kami berobat dengan cara kami, ada keluarga yang datang untuk bawa obat-obat tradisional”.

‘Kami akan cek ke petugas,” jawab Frida Kelasin.

Isak Kalaibin, Obaja Kamesrar, Jordan Magablo, Klemens Kodimko, Anthonius Saruf, Obeth Kremadi dan Hengky Mangamis divonis melakukan makar pada peristiwa Aimas menjelang 1 Mei 2013.(Tim/AlDP).