Berita

SD YPPK Mindiptana Butuh Perbaikan

Boven Digoel – Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel rusak berat. SD yang menampung hingga puluhan siswa itu rusak sejak tahun kemarin.

“Dindingnya berlubang, atap sudah tua. Lantainya pecah. Perlu rehabilitasi total,” kata Fransiskus Komon, Kepala Distrik Mindiptana, pekan kemarin. “Buku pelajaran juga tidak ada. Hanya buku lama yang kadaluarsa. Kita mau ambil buku dari dana BOS, tapi tidak bisa, karena semua tidak mencukupi, kecuali ada perhatian dari pemerintah,” tambahnya.

Ia mengatakan, sekolah tersebut telah meluluskan banyak murid berprestasi. Sayangnya, usaha merehabilitasinya tak dilakukan secara baik. “Anak butuh tempat belajar yang nyaman. Kalau kondisi ruangan seperti itu, kita tidak bisa harapkan mereka mendapat nilai bagus,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah sekolah di Mindiptana perlu pembenahan. “Mulai dari guru, sarana belajar, sampai gedung sekolah. Utamanya SD YPPK Mindiptana, dari tahun kemarin rusak, tapi dibiarkan begitu saja,” katanya.

Yohanes Kewerot, Sekertaris Dewan Adat Daerah Boven Digoel mengatakan, pendidikan di daerah itu jalan ditempat. “Bahkan ada guru yang sudah beberapa bulan tidak mengajar, mau jadi apa murid nanti,” ujarnya.

Onknum ‘guru malas’ meninggalkan anak didik dan berbisnis di kota. “Mereka di kota tinggal seperti tidak pernah terjadi apa-apa, nanti kalau sudah mau ujian baru naik ke tempat tugas, masalah ini saja sering tidak diperhatikan pemerintah,” katanya.

Kewerot menyarankan agar sistem pendidikan di wilayah itu ditata ulang. “Sistemnya mungkin sudah benar, tapi mereka yang bekerja itu harus diganti, banyak kepala sekolah merangkap kerja dengan mengajar, ini persoalan.”

Baginya, guru sejatinya diberi upah yang layak serta rumah tinggal memadai. “Kadang guru kewalahan, mereka terima gaji di kota, mau kembali ke tempat tugas, uang habis dipakai untuk perjalanan, saya kira harus ada tempat tinggal bagi mereka yang disiapkan pemerintah,” pungkasnya. (02/ALDP)