SD Tertua di Demta Fasilitasnya Serba Terbatas

Jayapura – Seperti masalah yang biasa dihadapi oleh SD lainnya di daerah pedalaman atau terpencil, SD YPK Tarfia distrik Demta kabupaten Jayapura kekurangan tenaga guru.

Saat ini ada 2 guru PNS dan 4 orang tenaga guru bantu. Nasib guru bantu sangat memprihatinkan ada yang sudah menjadi guru bantu sejak tahun 2000, berkali-kali telah diusulkan untuk pengangkatan namun tidak diperhatikan oleh Dinas.

Honor mereka sepenuhnya menjadi tanggungjawab sekolah. Sekolah membayar honor dari bantuan dana pemberdayaan kampung sebesar 1-2 juta per triwulan dan dari gereja setempat sekitar Rp.500 ribu untuk masa waktu yang tidak ditentukan.

Dana bantuan itu digunakan untuk membayar honor 4 orang guru bantu dan 1 orang penjaga sekolah, ”Itupun masih kurang, “Ujar Ibu Mery Yoku kepala SD YPK Tarfia saat ditemui AlDP Online di Tarfia.(30/06/2012).

SD YPK Tarfia berdiri sejak tahun 1914 dengan fasilitas  ada 6 ruangan  kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah yang disekat dari ruangan guru dengan ukuran 2mx2m. Tidak ada  ruangan perpustakaan, WC dan pagar sekolah. Akibatnya jika ada orang mabuk, langsung masuk ke setiap kelas dan membuat murid ketakutan.

Selain itu karena belum ada WC, murid seringkali tidak kembali ke sekolah, setelah minta ijin pulang ke rumahnya untuk buang air besar atau kecil,

Selain itu hanya ada 2 rumah guru, sedangkan guru lainnya masih numpang di rumah orang tua mereka,”Seharusnya sekolah menyediakan rumah, tapi belum ada”.

Ibu Mery Yoku juga merasa prihatin dengan kondisi buku-buku milik sekolah karena belum ada perpustakaan. Buku-buku ditumpuk begitu saja di ruang sekolah dan hanya dibagikan pada saat ada mata pelajaran yang bersangkutan.

Katanya,” kalau ada perpustakaan, murid punya waktu lebih banyak untuk membaca di perpustakaan sebab buku paket tidak diijinkan untuk dibawa pulang. Selalu saja ada alasan yang lupa dan akhirnya hilang padahal adik-adik mereka masih membutuhkan”.(Tim/AlDP).