SD-SMP Satu Atap Dikampung Sekori Serba Kekurangan

SD-SMP Satu Atap Dikampung Sekori Serba Kekurangan

Kemtuk-Pembangunan pendidikan di distrik Kemtuk Kab Jayapura sangat dibutuhkan meskipun ada kendala utama yang terjadi di SD dan SMP satu atap di kampung Sekori Distrik Kemtuk,sejak mulai beroperasi hingga saat ini  sekolah hanya didukung oleh guru-guru honor  untuk menjalankan aktifitas belajar mengajar  baik SD maupun SMP. “Akibatnya situasi tersebut guru-guru honor dipaksan untuk berkerja ekstra dan membagi waktunya untuk mempersiapkan materi pelajaran kepada anak-anak didik,” Ucap Kepala Sekolah Yance Yabiosembut (07/07/2012).

Bahkan untuk mengatasi  kekurangan guru tersebut,kepala sekolah berusaha menerapkan pola kelas rangkap untuk proses  belajar terutama pada materi-materi pelajaran yang tidak berbeda jauh, yakni dengan menggabungkan kelas 1 sampai kelas 3 dan  kelas 4 sampai kelas  6..Gurupun berusaha ekstra untuk menyesuaikan materi pelajaran yang memiliki korelasi diantara masing-masing kelas.

Katanya lagi,” Selain sebagai kepala sekolah saya juga membantu memberikan materi kepada anak-anak didik  disaat guru yang bersangkutan berhalangan. Jumlah keseluruhan anak-anak didik SD ada 138 siswa  dan  SMP ada 20 siswa dengan jumlah guru bantu sebanyak 6 orang”.

Yance Yaboisembut berharap pemerintah mau menambah tenaga guru terutama guru tetap untuk SD dan SMP kemudian membangun gedung yang baru buat SMP karena selama ini masih menumpang digedung SD. Selain itu agar Dinas mengganti buku-buku yang sudah terlebih dahulu diberikan ke sekolah.Katanya,” Buku –buku yang diberikan oleh Dinas Pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan disekolah”.

Masih menurutnya seharusnya sebelum buku-buku diberikan oleh Dinas, dinas melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan guru-guru bidang studi masing-masing agar ada masukan dari berbagai pihak apakah buku-buku tersebut tepat digunakan disaat keterbatasan tenaga pengajar ataukah ada buku-buku pedoman lainnya yang tetap dapat mendukung proses belajar mengajar.Yance berharap ada perhatian khusus bagi daerah-daerah yang mengalami keterbatasan tenaga guru dan fasilitas pendidikan.”Jangan juga ada pemaksaan untuk menggunakan buku dari penerbit tertentu,”demikian katanya. (03/AlDP)